Pemilihan Gubernur NTT 2018 dan Politik Media Massa Lokal

IRGSC Brief #19, 2018

Screen Shot 2018-03-16 at 7.25.46 pm

Oleh Peringatan Zendrato*

Kontestasi politik pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur (selanjutnya disingkat Pilgub NTT) untuk periode 2018-2023 diikuti empat pasangan calon (selanjutnya disingkat: paslon) yakni: Paslon Benny K. Harman bersama Benny Litelnoni (Paket Harmoni), Paslon Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Josef Nae Soi (Paket Victory-Joss), Paslon Esthon Foenay bersama Christian Rotok (Paket Esthon-Christ), dan Paslon Marianus Sae bersama Emelia Nomleni (Paket MS-Emi). Paket harmoni diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Demokrat. Paket Victory-Joss diusung oleh Partai Hati Nuranis Rakyat (Hanura), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Paket Esthon-Christ diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sedang paket MS-Emi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Empat pasangan ini telah memulai kampanye sejak tanggal 15 Februari 2018, dan akan berakhir pada tanggal 26 Juni 2018 nanti.

Sepanjang bulan Februari 2018, tiga media cetak lokal (Pos Kupang, Victory News, dan Timor Express) meliput kegiatan empat pasangan calon dalam memperebutkan suara rakyat. Gambar di bawah menunjukkan jumlah berapa persentase paslon diberitakan di setiap media cetak lokal. Media cetak Pos Kupang meliput pergerakkan politik empat paket ini sebanyak 25 kali. Media cetak Victory News dan Timor Express meliput sebanyak 57 dan 15 kali. Jadi, total pemberitaan seluruhnya dari tiga media cetak local ini adalah sebanyak 97 kali (n=97).

Screen Shot 2018-03-16 at 6.29.10 pm

Gambar 1. Persentase peliputan berita empat paket di tiga koran lokal di NTT [Di olah IRGSC]

Media cetak Pos Kupang lebih banyak meliput berita paket Harmoni dibandingkan dengan paket lainnya. Gambar di atas menunjukkan bahwa selama bulan Februari 2018, Koran Pos Kupang meliput berita Paket Harmoni sebanyk 10 kali (40%), paket Esthon-Christ sebanyak 2 kali (8%), paket MS-Emi sebanyak 7 kali (28%), dan paket Victory-Joss sebanyak 6 kali (24%). Perbedaan porsi peliputan yang kurang proporsional ini juga menandakan secara tidak langsung posisi media cetak ini dalam Pilgub NTT. Selain itu, pada halaman depan, tepatnya bagian kanan atas Koran Pos Kupang dari tanggal satu hingga 11 februari 2018 telah memuat foto paket Harmoni.

Dalam periode yang sama, media cetak Victory-News cenderung menonjolkan figur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dengan peliputan sebanyak 27 kali (47%). Kemudian menyusul paket Harmoni sebanyak 14 kali (25%) (Gambar 1). Paket Esthon-Christ diliput oleh media cetak ini sebanyak 11 kali (19%). Sedangkan paket MS-Emi hanya 5 kali (9%) diliput oleh Media Cetak Victory-News. Perbedaan porsi peliputan yang tidak sebanding ini menunjukan posisi media cetak Victory-News di Pilgub kali ini. Fakta ini menunjukan perbandingan peliputan pakte MS-Emi dengan paket Victory-Joss adalah 1 : 5. Artinya, dalam satu kali terbitan, Koran Victory-News hanyak memberikan ruang satu kali liputan untuk satu berita paket MS-Emi. Sedangkan paket Victory-Joss diliput 5 kali/berita. Begitu juga bila dibandingkan dengan paket lainnya, terlihat porsi pemberitaan yang tidak sama. Kecenderungan menonjolkan salah satu Paslon oleh media cetak ini bisa diperkuat dengan fakta-fakta lain seperti: letak berita yang menempatkannya di bagian paling depan secara berturut-turut, foto paslon di bagian kanan atas media cetak (Koran), dan hubungan kepemilikan media cetak dengan paslon atau partai pengusung.

Sedangkan media cetak Timor Express lebih banyak meliput paket Esthon-Christ. Sepanjang bulan februari 2018 (lihat Gambar 1), Media Cetak Timor Express meliput paket Esthon-Christ sebanyak 7 kali (47%). Sedangkan untuk paket Ms-Emi dan paket Harmoni hanya mendapatkan peliputan sebanyak 2 kali (13%) dan 3 kali (20%). Begitu juga paket Victory-Joss, di media cetak Timor Express, paket ini hanya mendapat peliputan sebanyak 3 kali (20%). Perbedaan porsi peliputan yang tidak sebanding ini juga menunjukkan posisi media cetak Timor Express di Pilgub NTT kali ini. Fakta ini menunjukkan perbandingan peliputan paket lain dengan paket Esthon-Christ. Bila dibandingkan antara banyaknya peliputan terhadap paket Harmoni dengan paket Esthon-Christ, maka perbandingannya adalah 1 : 3. Artinya, dalam satu kali terbitan, Koran Timor Express memberikan ruang untuk berita paket Esthon-Christ lebih banyak dibanding paket Harmoni. Media cetak ini juga diperkuat dengan hanya menerbitkan iklan foto paslon Esthon-Christ di halaman 12 (data iklan di bawah). Iklan foto paslon ini yang terdapat di halaman 12 ini diterbitkan dari tanggal 1 hingga 11 Februari 2018.

 

Screen Shot 2018-03-16 at 6.30.04 pm

Tabel 1. Iklan setiap paslon dalam tiga media cetak selama Februari 2018 [Data diolah IRGSC]

Berdasarkan penelitian singkat ini diketahui beberapa hal. Pertama, tiga surat kabar aktif yang berpusat di Ibukota Provinsi NTT tidak memberikan porsi peliputan yang sama untuk keempat pasangan calon. Kedua, trend pemberitaan surat kabar sangat dipengaruhi oleh trend pemasangan iklan oleh keempat pasang calon. Tabel 1 jelas terbaca bahwa iklan pemilihan gubernur berkorelasi positif dengan  trend pemberitaan media. Ketiga, paket MS-Emi merupakan satu-satunya paslon yang tidak memiliki posisi dominan dalam pemberitaan di ketiga suratkabar lokal ini.

Kelemahan dari kecenderungan ini adalah ketika pers cenderung menjadi partisan (terkait dengan pemasangan iklan dan kepemilikan media), maka dengan sendirinya media massa sulit mengembangkan wacana kritis untuk membahas visi misi dan program para calon gubernur-wakil gubernur. Publik sangat berharap agar para awak media massa mampu mengambil jarak sekaligus memberikan catatan kritis terhadap masing-masing paslon, meskipun ia menerima iklan dari salah satu paslon. Dengan cara ini publik pun akan terbantu untuk mendapatkan pandangan tentang figur yang akan ia pilih, dan tidak didikte oleh arus uang dalam industri media massa.

*Penulis adalah alumni Jurusan Ilmu Politik Univ.Nusa Cendana, saat ini ia sedang belajar di IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change)

 

Screen Shot 2018-03-16 at 7.25.46 pm.png

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s