80 Tahun Studi Alor

Screen Shot 2018-02-11 at 7.15.21 PM

Sumber Gambar: Website Berangan.com

Dalam studi Filsafat Barat, sering disebut tentang linguistic turn (gilirannya Bahasa), yakni sebuah perkembangan di mana Bahasa menjadi dominan dalam studi filsafat dan humaniora di abad ke 20. Karenanya tidak heran kalua studi-studi yang relative lebih banyak terkait Indonesia Timur yang tersedia dalam publikasi ilmiah cenderung lebih banyak terkait Bahasa-bahasa daerah termasuk Alor dan Pantar dan segenap kelompoknya. Dalam konteks Alor, hal ini justru menjadi semacam ‘dominasi’ dalam studi ke-Alor-an dan ke-Pantar-an dalam dua dekade terakhir.

Dan trend penelitian NTT dalam 100 tahun terakhir memberikan kesan bahwa bahasa sebagai pembuka menuju memahami manusia NTT itu sendiri. Di Alor, studi bahasa menjadi sebuah celah yang di isi para akademisi Barat dari Jerman maupun Belanda dalam dua puluh tahun terakhir. Alor dan Pantar telah menjadi sebuah subjek penelitian dalam 80 tahun terakhir. Tentu ini dihitung sejak Cora Du Bois mempublikasikan bukunya The People of Alor (1944).

Berikut adalah daftar bibliografi Alor yang coba kami sediakan bagi para pembaca dan pemerhati NTT khususnya Alor. Seperti terlihat, sumber-sumber literatur tentang Alor terutama buku maupun peer-reviewed di dominasi oleh para penulis Barat. Meningkatnya jumlah anak-anak NTT yang bersekolah ke luar negeri dalam 7 tahun terakhir tidak banyak menyumbang pengetahuan baru tentang Alor. Semoga ada yang terpanggil untuk ini.

Buku

Du Bois, Cora 1944. The people of Alor : a social-psychological study of an East Indian island. University of Minnesota press / 1944. PDF

Klamer, Marian 2017. The Alor-Pantar languages: History and typology. Second edition. Languange Science Press.
Disertasi

Fitriana, Ria 2014. Assessing the impact of a marine protected area on coastal livelihoods: A case study from Pantar Island, Indonesia. PhD diss. Charles Darwin University

Gomang, Syarifuddin R. 1993. Muslim and Christian alliances ‘Familial relationships’ between inland and  coastal peoples of the Belagar community in eastern Indonesia. Master Diss. University of Wollongong.

Haan, Johnson Welem 2001. The grammar of Adang : a Papuan language spoken on the Island of Alor, East Nusa Tenggara, Indonesia. PhD diss., University of Sydney

Krentel, Alison 2008. Why do individuals comply with mass drug administration for lymphatic filariasis? A case study from Alor district, Indonesia, London School of Hygiene & Tropical Medicine

Wellfelt, Emilie 2016. Historyscapes in Alor: Approaching indigenous history in Eastern Indonesia. PhD Diss. Linnaeus University.

 

Peer Reviewed

Barnes,  R.H.  (1973)  “Two  Terminologies  of  Symmetric  Prescriptive  Alliance  from  Pantar  and  Alor  in  Eastern  Indonesia”  Sociologus  vol  23,  pp.  71  – 88.

Dietrich S. 1984 A note on Galiyao and the early history of the Solor-Alor islands. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 140(2/3): 317-326

Fedden, Sebastian, Dunstan Brown, Greville G. Corbe , Marian Klamer, Gary Holton, Laura C. Robinson & Antoine e Schapper. 2013. Conditions on pronominal marking in the Alor-Pantar languages. Linguistics 51(1). 33–74.

Hawkins, Stuart, 2017. Human Palaeoecological Interactions and Owl Roosting at Tron Bon Lei, Alor Island, Eastern Indonesia. The Journal of Island and Coastal Archaeology, 1-17.

Nakagawa, Satoshi 1989. Ethno-economics on Alor. Japanese journal of ethnology; 54 (1): 44-68.

Needham, R. 1956 “A note on kinship and marriage on Pantara. (Met 1 fig.) In: Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde 112 (1956), no: 3, Leiden, 285-290. PDF

O’Connor, Sue 2017. New engraving finds in Alor Island, Indonesia extend known distribution of engravings in Oceania. Archaeological Research in Asia. oi.org/10.1016/j.ara.2017.12.004

O’Connor, Sue et. al. 2017.F ishing in life and death: Pleistocene fish-hooks from a burial context on Alor Island, Indonesia. Antiquity 91(360):1451-1468

Rodemeier, Susanne 2010. Islam in the Protestant environment of the Alor and Pantar Islands Indonesia and the Malay World, 38(110): 27-42.

Rodemeier, Susanne 1995 “Local Tradition on Alor and Pantar; An Attempt at Localizing Galiyao”. Bijdragen tot de Taal-, Landen Volkenkunde 151-III:438-442.

Scarduelli, Pietro 1991. Symbolic organization of space and social identity in Alor. Anthropos Bd. 86 (1-3):75-85.

Stokhof, W.A.L. 1984. Annotations to a text in the Abui language (Alor) / In: Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde; 140 (1): 106-162. PDF

Stokhof, W.A.L 1975. Preliminary notes on the Alor and Pantar languages (East Indonesia). Department of Linguistics, Research School of Pacific Studies, Australian National University.

Wellfelt, Emilie 2009. Returning to Alor: Retrospective documentation of the Cora Du Bois collection at the Museum of World Culture, Gothenburg, Sweden. Indonesia and the Malay World. 37(108):183-202.

Catatan Tentang Alor Lainnya

Abui Hayon, Yosef 1985. Penelitian suku terasing di Kabupaten Alor,  / Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Campbell Nelson, John 2008 “Religion and Disasters: A Critical Reflection Post Alor Earthquake 2004.” Working Paper IITTS Publications. PDF>

Holton, Gary. 2010. Person-marking, verb classes and the notion of grammatical alignment in Western Pantar (Lamma). In Michael Ewing & Marian Klamer (eds.), Typological and areal analyses: contributions from east Nusantara, 97–117. Canberra: Paci c Linguistics.

Kleden-Probonegoro, Ninuk 2008. The Ethnolinguistic Identity of the Hamap People in Change PDF

Kratochvíl, Frantisek 2007. A grammar of Abui: a Papuan language of Alor; Part 1: [Text]. Part 2: Appendixes / LOT.

Lemoine, A. 1969 ‘Histoires de Pantar’, L’Homme 9(4):5-32.

Novita Lau 2007: “Ritual Ceremony – Grand Opening a New Traditional ouse in Tamah, Central Pantar, Alor, NTT. Discussion Paper IITTS PDF

Gary Holton 2007: “What is bahasa Lamma? Logonyms, dialectology, and the future of endangered languages [PDF]

Lassa, Jonatan 2006: Retaknya ke-Alor-an http://www.indomedia.com/poskup/2006/05/24/edisi24/opini.htm

Buku rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Kabupaten Alor, Provinsi Nusat Tenggara Timur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) / Pokja tsb / 2005.

Oleh JA Lassa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s