IRGSC Weekly Seminar for New Semesters now starts
NTT Sehat, Mission (Im)possible?
[Is a healthy NTT a mission (im)possible?]

Talk by: dr. Asep Purnama
Tanggal: Jumat, 23 Agustus 2013
Pukul:      18.00 [tersedia free dinner - jagung bozze]
Moderator: Dr. Dominggus Elcid Li
Tempat: Kantor IRGSC, RW Monginsidi II No 2, Kupang
Dalam debat kandidat gubernur NTT yang difasilitasi IAKMI [dan FAN] 2 Pebruari 2013 yang di moderatori oleh
IRGSC Research Fellow], Gubernur Frans Leburaya mengklaim keberhasilan dari sisi jumlah dan prosentasi
pertumbuhan tenaga kesehatan sebesar 151% untuk dokter, 82.6% untuk perawat dan bidan serta 73% untuk
paramedis non-bidan. Benar bahwa dalam kurun waktu 2008-2011 ada kenaikan secara berarti tenaga kesehatan
dari sisi jumlah perawat dan paramedik non-perawat/bidan. Hanya saja tim ahli Frenly rupanya mengklaim secara
berlebihan. Kenaikan jumlah tenaga dokter 'hanyalah' 46%. Walau demikian tetap saja benar bahwa ada
peningkatan tenaga medis secara keseluruhan.

Sayangnya, naiknya tenaga Nakes dan anggaran tidak secara berarti menurunkan kasus AKABA dan AKB [Lihat
gambar di bawah]. Dari data AKABA (konversi angka kematian bayi per 1000 bayi, terlihat kenaikan lebih dari
250% - lihat Profil Kesehatan NTT 2011 yang ditanda tangani Kadis Kesehatan NTT 16 Juli 2012, hal 31 -
Gambar 3.2 berjudul Konversi Angka Kematian Balita Per 1.000 Kelahiran Hidup, di NTT, Tahun 2007 – 2011].
Kondisi di atas menunjukan bahwa era Fren, tidak secara efektif menurunkan AKABA kendati besarnya anggaran
dan jumlah NAKES yang ditambah.

Masalahnya adalah bahwa para lawan Frenly tidak mampu mengidentifikasi kelemahan Fren dan argumentasi
Frenly. Tim intelektual pendukung lawan Fren rupanya tidak mampu mengambil kesempatan dan karenanya tidak
mampu memberi nilai tambah bagi para kandidat gubernur yang kalah. Kesempatan membangun debat calon
gubernur yang bernas dan berbasis data masih harus menunggu 5 tahun lagi karena ketidak mampuan para
kandidat maupun tim ahli pendukung para kandidat dalam membaca data.

Pendahuluan di atas menjadi pembuka pada pertanyaan terkait NTT Sehat, apakah sebuah mission (im)possible?
Silahkan datang dan dengar langsung dari mereka yang bergelut di daerah.
Sumber gambar: di olah oleh tim data IRGSC