PENGANTAR EDISI 6

IRGSC NTT Research focus adalah publikasi regular yang berisikan ringkasan penelitian tentang NTT yang mutakhir yang
dikombinasikan dengan berita dari tiga media harian utama di NTT yakni Pos Kupang, Timor Express dan Victory News. Fokus dari
NTT Research Focus adalah pada isu kesehatan, pangan, nutrisi, risiko, dan air. Terkait rangkuman berita di bawah ini, diharapkan
agar pembaca melakukan validasi dari kliping berita yang dimaksudkan [Lihat juga keterangan penerbitan di halaman 30,
pdf].
Untuk hasil yang lebih baik, silahkan download
PDF.

SELECTED NEW ARTICLE ON NTT
Jonatan A. Lassa, Yosep Seran Mau and Dominggus Elcid Li. 2013. Impact of Climate Change of Agriculture and Food Security:  
Options for Local Adaptation in East Nusa Tenggara, Indonesia. IRGSC Working Paper No. 8. [This will be shared online after mid
2014. In the meantime, it can be accessed upon personal request.]

HEALTH
1.        WASPADA, DIARE MEWABAH
Timor Ekspress, Rabu, 16 Oktober 2013 (Halaman 9)

Medis RUSD Prof. Dr. W.Z.Johanes Kupang mengingatkan kepada para orang tua agas mewaspadai diare, yang tengah mewabah
saat ini. Pasalnya, dalam dua pekan terakhir, sudah ada belasan anak-anak dibawah usia satu tahun yang harus dilarikan ke RSUD
Prof. Johanis Kupang. “Untuk para orang tua maupun masyarakat umum harus mewaspadai dan tetap menjaga keadaan pribadi
maupun lingkungan , karena banyak anak-anak terserang diare, dan sedang dirawat (di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanis Kupang,
Red),” ungkap Kepaala Sub Bidang (Kasubid) keperawatan RSUD Prof. dr. W. Z. Johanis Kupang, Yosep Here Kepada Koran ini,
Jumat (11/10).  

2.        PRODUKSI SAMPAH CAPAI 350 METER KUBIK
Victory News, Jumat, 18 Oktober 2013 (Halaman 7)

Jumlah penduduk kota kupang saat ini mencapai 500 ribu jiwa membawa dampak pada produktif sampah perhari bisa mencapai
350 meter kubik per hari. Kekurangan armada pengangkutan sampah mengakibatkan sampah di beberapa lokasi tempat sampah
tidak terangkut. Hal ini dopertegas Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang David Manggi, kepada VNm di kantor balai Kota Kupang,
Kamis (17/10). Dia mengatakan produksi sampah di Kota Kupang sangat tinggi dan meningkat setiap saat. Produksi sampah yang
semakin sulit diatasi karena keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah yang tersedia.

3.        RSUD KUPANG HARUS SEGERA DI BENAHI
Victory News, Jumat, 18 Oktober 2013 (Halaman 15)

Catatan yang dikeluarkan Inspektorat Provinsi NTT terhadap buruknya pelayanan di RSUD WZ Johannes dianggap terlambat.
Buruknya pelayanan sudah terjadi sejak lama. Karena itu, 12 catatan inspektorat NTT atas RSUD WZ Johannes ditanggapi miring
banyak kalangan. Walau demikian, dengan catatan tersebut, harus segera dilakukan pembenahan. Anggota DPD RI Sarah Lery
Mboeik kepada VN, Kamis, (17/10) mengatakan, buruknya pelayanan RSUD Kupang telah terjadi sejak lama. Bahkan media masa
telah berulang kali mempublikasikna kebobrokan di rumah sakit milik Pemprov NTT tersebut.
Namun, catatan merah itu baru ditemukan inspektorat saat ini, “Jangan jadikan rakyat sebagai tumbal karena pelayanan RSUD
yang demikian buruk. Buruknya pelayanan ini bukan bar sekarang, tetapi sudah sangat lama. Inspektorat kok baru lihat itu
sekarang. Kemana saja selama ini,” tegas Sarah.

4.        KUNJUNGAN KE KLINIK VCT SOBAT MENINGKAT
Victory News, Jumat, 18 Oktober 2013 (Halaman 15)

Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV-AIDS Sobat di RSUD WZ Johannes Kupang selama September 2005-september 2012
dikunjungi 4978 orang. Dari jumlah kunjungan itu, yang terdeksi HIV sebanyak 315 orang (6,32 persen). Demikian disampaikan staf
pelayanan Konseling Kritis Terpadu (PKT) perempuan dan anak klinik VCT Sobat Yulianan Ratu kepada VN, Kamis (17/10).
Distribusi pasien yang positif HIV berdasarkan jenis pekerjaan yakni yang tidak bekerja sebanyak 114 orang (36 persen), diikuti
ojek, supir, dll sebayak 72 orang (23 persen), ibu rumah tangga sebayak 65 orang (21 persen), Pegawai swasta sebanyak 41
orang (13 persen), dan PNS sebanyak 18 orang (6 persen).  
5.        DINKES SIAP HADAPI PERUBAHAN MUSIM
Pos Kupang, Sabtu, 19 Oktober 2013 (Halaman 10)

Musim panas yang tidak menentu antara musim panas dan hujan maka dinas kesehatan kota Kupnag sudah melakukan persiapan
untuk abatesasi, kaporitisasi dan Fogging. Demikian diungkapkan Kepala DInas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wajana yang
ditemui di kantornya, Jumat (18/10/2013). Tugas kita adalah pantauan perkembangan DBD, potensi malaria dan diare. Kita sudah
berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit, kalau ada peningkatan kasusu maka tolong maka tolong koordinasi dengan dinas
kesehatan,” ucapnya. Untuk DBD, lanjutnya, dengan gerakan 3Mplus, abatenisasi untuk membunuh jentik nyamuk, ‘Kami sudah
melakukan pengadaan abate dan abate akan dibagikan dua kali dalam setahun yakni sebelum musim hujan,” Jelasnya. Untuk DBD,
lanjutnya, walaupun bukan siklus 5 tahunan tetapi tetap dipantau. Kalau 2 tahun lalu terjadi peningkatan kasus, karena itu siklus 2
tahunan tetapi tetap di pantau.  Selain itu juga Fogging sudah dipersiapkan jika ada kasus. “Kami tidak bisa melakukan Fogging
massal karena untuk fogging massal, sumber dayanya besar,”Ucapnya.
6.        DINKES DIMINTA ANTISIPASI DBD
Pos Kupang, Sabtu, 19 Oktober 2013 (Halaman 15)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang diminta mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) sejak dini. Kota kupang
sudah masuk dalam Kusim pancaroba dan sudah terjadi beberapa kali hujan lebat mengguyur daerah ini. Hal ini disampaikan oleh
ketua komisi C DPRD Kota Kupang Nikolaus Fransiskus, yang ditemui di Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat (18/10/2013). Niko
Mengatakan, Dinkes Kota Kupang harus segera menyiapkan langkah antisipasi menyebarnya penyakit di Kota Kupang lenih dini
untuk menghindari adanya korban jiwa. “Pengalaman sebelumnya, setiap memasuki musim hujan, selalu ada kejadian luar biasa
(KLB) DBD maupun malaria. Sebagai wakil rakyat, saya perlu mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan berbagai langkah
antisipasi, agar wabahnya tidak menyebar.”ujarnya.
7.        ROMBAK TOTAL MANAJEMEN RSUD JOHANNES
Victory News, Sabtu, 19 Oktober 2013 (Halaman 15)

Pelayanan Kesehatan di RSUD WZ Johannes Kupang yang kian buruk, terus dipersoalkan berbagai pihak. Karena itu, sudah
saatnya langkah radikal segera diambil yaitu perombakan menyeluruh manajemen yang dapat menjadi tonggak perubahan RSUD
WZ Johannes Kupang ke depan. Demikian dikatakan anggota DPD RI Sarah Lery Mboeik kepada VN, Kamis (17/10). Menurutnya,
perlu perombakan manajemen. Kebobrokan RSUD selama ini menjadi bukti kegagalan manajemen. Karena itu harus ada langkah
radikal untuk mengubah kondisi itu. Catatan merah yang dirilis inspektorat NTT harus dijadikan acuan bagi pemprov dan DPRD
untuk menigkatkan pelayanan RSUD. “Walau terlambat pengawasan ini dilakukan, tapi ini harus menjadi dasar perubahan. Jangan
sampe sudah ada rilis, lalu semua itu hilang begitu saja. “ujar Lery Mboeik.
8.        CAROLUS BORROMEUS PRIORITASKAN PELAYANAN
Pos Kupang, Senin, 21 Oktober 2013 (Halaman 11)

“Kami prioritaskan pertama adalah pelayanan. Alat, sarana dan prasarana itu penting tapi tetap konsepnya, harus ikut dalam wajah
pelayanan. Artinya, semua saya minta untuk memberikan pelayanan dengan hati.” Demikian dikatakan Direktur RS St. Carolus
Borromeus (CB), dr. Herli Soedarmadji, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/10/2013). Ia mengungkapkan, memberikan
pelayanan dengan hari, kepada semua orang sehingga kalau orang masuk ke RS Carolus Borromeus, orang merasakan bedanya.
9.        BP TALITAKIMU SOSIALISASI HIV/AIDS
Victory News, Senin, 21 Oktober 2013 (Halaman 7)

Badan pemungurus kaum bapak Jemaat GMIT Talitakumi Pasir Panjang, dalam rangka memperingati bulan keluarga, menggelar
aneka kegiatan diantaranya, sosialisasi bahya HIV/AIDS, bahaya narkoba dan donor darah. “Kegiatan yang dilakuakan dalam
rangka merayakan bulan keluarga. Selain itu juga merupakan program dari BP Kaum Bapak dari BP Kaum Bapak tahun 2012-
2013,” ujar Ketua Panitia Kegiatan Pdt. Jeshkial Adam, kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Sabtu (19/10).

10.        RUMAH SAKIT SUMBER PENYAKIT
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 10)

Orang tua diharapkan tidak membawa anaknya ke rumah sakit karena disana adalah sumber penyakit. Apalagi saat ini jumlah
penderita diare semakin meningkat. Demikian diungkapkan kepala ruangan Kenanga, Reyneldis Gerans, S.Kep, dirunang rawat
inap anak RSU Prof. Dr. WZ Johannes, Kupang, Senin (21/10/2013). Gerans mengungkapkan, masih banyak orang tua yang belum
sadar atau sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu untuk membawa anak mereka ke rumah sakit. “Mungkin karena mereka
menganggap bahwa kuman itu tidak terlihat sehingga mereka malas tahu. Anehnya, mereka menganggap rumah sakit ini sebagai
tempat rekreasi. Pemahaman seperti ini seharusnya diubah, jangan membawa anak yang usianya dibawah 2 tahun ke rumah sakit,
kecuali kalau anak itu sakit,”Ucapnya.

11.        GIZI BURUK SELALU ADA
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 10)

RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang selalu menerima dan merawat pasien gizi buruk dari waktu ke waktu. Meskipun demikian saat
ini jumlah pasien gizi buruk tidak terlalu banyak lagi.  Menurut Reyneldis, anak yang diketahui menderita gizi buruk, biasanya
datang ke rumah sakit dengan penyakit lainnya. Namun, setelah ditelusuri ternyata anak itu gizi buruk. Padahal gizi buruk itu proses
tidak pendek tapi jangka waktunya panjang. Jadi, kalau anak tidak mau makan satu minggu, maka anaka itu tidak langsung
menderita gizi buruk,” ungkapnya.
12.        ALAMI GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 10)

Saat ini sudah banyak pasien yang datang ke poliklinik THT RSU Prof. Dr. WZ Johannes, Kupang, karena mengalami gangguan
pendengaran akibat bising. Demikian diungkapkan dokter spesialis THT, dr. dasliati B Palloan, spTHT yang dihubungi, Senin
(21/10/2013).
Dia menjelaskan, bising itu adalah bunyi yang tidak nyaman di di telinga. “bising itu bila bunyi lebih dari 85 desibell (dB) dan bunyi
itu sudah mulai mengganggu fungsi pendengaran.” Ucapnya. Dasliati menyebutkan salah satu bunyi yang tidak disadari adalah
bising yang keluar dari bunyi Headset. Kalau hanya bunyi headset itu volumenya penuh, maka frekuensinya sudah lebih dari 94 dB.
Saran untuk kenakan headset adaah 60/60, artinya volumenya cukup 60 persen dari yang ditawarkan dan pemakaian cukup 60
menit.
13.        DOKTER HANYA BOLEH PRAKTEK DI TIGA TEMPAT
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 10)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang saat ini sedang menginventarisir dokter-dokter yang berpraktek, terutama dirumah sakit.
Maksimal seorang doker hanya bisa praktek di tiga tempat. Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijaya, saat
ditemui dikantornya, Jumat (17/10/2013). “Untuk di Kota Kupang saat ini kami belum memiliki data pasti mengenai dokter yang
praktek lebih dari tiga tempat. Tapi kami sementara melakukan inventarisasi, terutama dokter yang praktek di rumah sakit. Jika
ditemukan, kita akan memberikan teguran sebagai gambaran dalam bentuk pencegahan bahwa anda belum memiliki surat izin
praktek (SIP), jadi tolong diurus.” Ucapnya.
14.        CEGAH DIARE DENGAN CUCI TANGAN
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 15)

Orang tua diharapkan lebih memperhatikan kebiasaan cuci tangan. Mencuci tangan bisa mencegah diare karena saat ini penyakit
diare mulai meningkat. Demikian dikatan Direktur RS St. Carolus Borromeus, dr. Herli Soedarmadji yang ditemui diruang kerjanya,
Sabtu (19/10/2013). “Dalam bulan ini cukup banyak kejadian diare sehingga rawat inap juga banyak terutama anak-anak. Diare
biasanya terjadi pada masa transisi dari mulai kemarau masuk musim hujan. Selain diare bisa juga terjadi DBD. Diare sekarang ini
terjadi karena virus,”jelasnya. Apalagi lanjut Herli, masa transisi seperti sekrang ini mulai terjadi kekurangan air bersih maka angka
kejadian diare meningkat. “Untuk orang tua agar memperhatikan kebersihan dari mempersiapkan bahan olahan makanan, pada
saat pengolahan dan penyajian harus diperhatikan,”jelasnya.
15.        MUDAH-MUDAHAN BISA MELIHAT KEMBALI
Pos Kupang, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 22)

Dominikus Demo (73) datang dari Desa Papang di Kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai ke RSUD Ruteng, Minggu malam
(20/10/2013). Tekadnya hanya satu, bisa melihat secara normal seperti sediakala. Domi merupakan salah satu pasien dari 400
penderita penyakit mata yang mengantre di depan kamar operasi untuk dioperasi tim dokter Persatuan Dokter  Spesialis Mata
Indonesia (Perdami). “Saya senang sekali kalau bisa dioperasi. Mata kanan saya buta total. Setahun yang lalu kayu kena di mata
saya. Sejak saat itu mulai kabur dan buta total. Mudah-mudahan setelah operasi saya bisa melihat kembali,” ujar Domi dalam
bahasa Manggarai yang diterjemahkan oleh putranya Wilhelmus Enggol, kepada Pos Kupang di RSUD Ruteng, senin pagi.
16.        PERMADI OPERASI KATARAK GRATIS
Timor Ekspress, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 15)

Target operasi katarak sebanyak 300 orang pasien. Namun yang sudah mendaftar pada hari pertama sudah 400-an pasien.
Direktur RSUD Ruteng melalui Kabid Pelayanan Medik dr. Vivi Lambo kepada Koran ini menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas
kerja sama Permadi, Yayasan Tunas Mulia, Indosiar dan Pemkab Manggarai. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah pasien mata
katarak. Sebelum dilakukan operasi para pasien diobservasi, maka petugas langsung operasi.
17.        PELAYANAN PUSTU WAE TUA DIKELUHKAN MASYARAKAT
Timor Ekspress, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 15)

Warga masyarakat dari Desa Golo Wontong, Kecamatan Lamba Leda, Kebupaten Manggarai Timur (Matim) mengeluh dengan
pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Wae Tua, di wilayah itu. Pasalnya para tenaga medis yang bertugas di Pustu tersebut,
jarang berada di tempat, ketika warga hendak memeriksa kesehatan dan berobat. Warga juga mempertanyakan sikap pemerintah
dalam hal ini Dinas Kesehatan Matim, terkait persoalan ini karena sering di keluhkan pada dinas tersebut. Ester Vendi dan Yeni
Kasu, warga Desa Golo Wontong kepada Timor Ekspress di Borong, Senin, (21/10) mengatakan, puskesmas Wai Tua sering di
tinggalkan tenaga medis, sehingga pelayanan warga tidak begitu maksimal sesuai fungsinya. Para petugas atau tenaga medis yang
bertugas pada fasilitas kesehatan itu, ada ditempat pada saat-saat tertentu. Terkesan, tenaga medis tersebut, bertugas sesuka
hati.
18.        ANGKA KEMATIAN IBU TINGGI DI FLOTIM
Timor Ekspress, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 15)

Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Flores Timur, menjadi masalah utama dari sejumlah isu kesehatan di kabupaten itu. Data
laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2012, menunjukan masih ada 150 kasus kematian ibu per seribu
kelahiran hidup yang terjadi. Kasus tersebut tergolong cukup tinggi, dan belum sesuai target. Padahal, pemerintah kabupaten
setempat menetapkan target yang lebih rendah yakni 136 per seribu kelahiran hidup pada tahun 2012. Angka tersebut masih
sangat jauh dari target akhir, yang hendak di capai Pemkab Flotim. Sesuai dengan RPJMD, pada tahun 2016, AKI di kabupaten itu,
adalah 45 per seribu kelahiran hidup. Kasus AKI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian bayi. (AKB). AKB di flores
Timur pada tahun 2012, sebanyak 19 kasus per seribu kelahiran hidup, dari target 14.4 perseribu kelahiran hidup tahun itu.  
19.        ANTISIPASI DBD DI MUSIM PENGHUJAN
Victory News, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 7)

Pemerintah Kota Kupang diminta mengantisipasi terjadinya demam berdarah degue (DBD) pada saat musim penghujan. Pasalnya
setiap tahun terjadi DBD di Kota Kupang meskipun jumlahnya tidak begitu tinggi. “Tidak salah kalau mengantisipasi lebih awal, dari
pada terjadi baru menjadi pemadam kebakaran,” kata anggota komisi C Kota Kupang Samuel Taklale, kepada VN, Senin (21/10).
Menurutnya, setiap musim penghujan Kota Kupang sering terjadi kasus DBD. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota, segera menyiapkan
langkah antisipasi menjelang musim penghujan, sehingga penyebar penyakit demam berdarah tidak terjadi dan menimbulkan
banyak korban.
20.        SOMADRIL BERBAHAYA BAGI REMAJA DAN PSK
Victory News, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 14)

Penelitian yang dilakukan Antrolog Universitas Hasanudin Makasar Prof Nurul Ilmi Idrus, terungkap bahwa ada penyalahgunaan
Somadril, baik dikalangan Remaja, Waria, dan pekerja seks (PSK) seperti beberapa wilayah di Makasar, pantai Bira serta
Wulukumba. Obat tersebut kalau di Indonesia merupakan obat anti nyeri dan harus diresepkan dokter DAN Tidak diperjualbelikan
dengan bebas, karena berbahaya. Demikian disampaikan dr. Asep Purnomo kepada VN Senin (21/10).
21.        WASPADA, DIARE MULAI MEWABAH
Timor Express, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 11)

Bagi warga kota Kupang dan sekitarnya, ada baiknya mulai berhati-hati dan berwaspada. Pasalnya saat ini wabah diare sedang
mengancam. Hingga kemarin, terdata sebanyak 6 orang masih dirawat akibat diare di RSU Kupang. Umumnya pasien diare adalah
anak-anak berusia dibawah 5 tahun. Walau belum ada korban jiwa, namun kondisi ini sudah mengundang kecemasan sejumlah
warga.
22.        JANGAN TOLAK PASIEN PULANG PAKSA
Timor Express, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 12)

Jangan menolak pasien yang pulang paksa dari rumah sakit karena atas permintaan sendiri. Namun, setelah pasien yang
bersangkutan kembali untuk datang rawat dirumah sakit, diharapkan petugas kesehatan tidak boleh menolak. “Kita tidak bisa
memaksa orang yang tidak mau dirawat di rumah sakit” demikian disampaikan dr. Andreas Fernandez, Sp.PD saat ditemui Timor
Express di aula RSU Prof. W.Z. Yohanes Kupang, Sabtu (19/10). Menurut dia, setiap pasien yang pulang paksa harus membuat
pernyataan karena apabila terjadi masalah dengan pasien yang bersangkutan bisa dapat dipertanggungjawabkan.
23.        TENAGA MEDIS MASIH SANGAT KURANG
Timor Ekspress, Kamis, 15 Oktober 2013 (Halaman ….)

Jumlah tenaga kesehatan, yang bekerja di berbagai sarana kesehatan di Kabupaten Ngada, dinilai masih sangat kurang. Minimnya
jumlah tenaga kesehatan, tentunya berpengaruh pada mutu pelayanan. Demikian diungkapkan Kadis Kesehatan  Kabupaten
Ngada, Emerensiana Reni Wahyuningsi kepada Timor Ekspress, belum lama ini di Bajawa. Dia menjelaskan, jumlah sarana dan
fasilitas pendukung sudah tergolong memadai. Dari 12 kecamatan semua sudah memiliki puskesmas, bahkan puskesmas sudah
lebih yakni 13 buah. Selain puskesmas juga terdapat 33 puskesmas pembantu (Pustu), 25 Polskesdes dan 41 Polindes, yang
menyebar di hampir semua desa.
24.        PESERTA JAMKESDA 227 RIBU JIWA
Pos Kupang, Kamis, 24 Oktober 2013 (Halaman 10)

Jumlah peserta jaminan kesehatan daerah (jamkesda) yang ada dalam draf SK Walikota Kupang sebanyak 227 ribu jiwa. Jumlah ini
meningkat disbanding dengan SK sebelumnya, yakni 107 ribu jiwa. Demikian diungkapkan kepala dinas Kesehatan Kota Kupang,
dr. Ary Wijana yang dihubungi Rabu (23/10/2013). “Draft itu sudah ada, menunggu pak walikota kupang maka bisa di tandatangani.
Jumlah ini meningkat dari SK yang ada sebelumnya karena sebelumnya 107 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat karena adannya
limpahan dari kepesertaan Jamkesmas yang tidak lagi diakomodir dan juga peserta baru,”jelasnya.  
25.        CUCI TANGAN KURANGI ANGKA DIARE
Victory News. Kamis, 24 Oktober 2013 (Halaman 11)

Berdasarkan hasit riset Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menunjukan bahwa mencuci tangan pakai
sabun dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 94 persen dan angka cacingan hingga 71.6 persen. Angka ini dapat dicapai
hanya dengan adanya modifikasi lingkungan untuk merubah perilaku negative seperti membuang air sembarangan, peningkatan
kebiasaan untuk mencuci tangan dengan memakai sabun, penglolaan air minum, sampah, dan limbah cair rumah tangga. Demikian
press release peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia 2013 yang di selenggarakan di halaman SD Inpres Naibonat,
Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, belum lama ini. Acara ini diselenggarkan atas kerjasama beberapa lembaga
internasional maupun nasional seperti CIS Timor, Care International, Plan, Ausaid, ACF, Unlimited Youth, Handicap International,
Pokja AMPL dan Pemkab Kupang.
26.        AWAS! MOKE SIKKA DIOPLOS SOMADRYL
Pos Kupang, Sabtu, 26 Oktober 2013 (Halaman 1)

Akhir-akhir ini minuman tradisional adat tua gahu alias moke yang asli disuling dari nira oleh masyarakat Sikka mulai tercemar
karena dioplos dengan somadryl, sejenis obat, membuat orang mengkonsumsinya teller atau cepat mabuk. Obat itu dijual kepada
warga, terlebih kawula muda untuk dioplos dengan moke lalu diminum bersama-sama. Pencampuran jenis obat kimia tersebut ke
dalam minuman beralkohol tua gahu ini sama saja dengan membunuh masyarakat peminum adat dan generasi alkoholis.
27.        PUSKESMAS BAKUNASE BUKA KONSELING REMAJA
Pos Kupang, Sabtu, 26 Oktober 2013 (Halaman 11)

Pelayanan konsultasi remaja untuk kesehatan di Puskesmas Bakunase berjalan bagus sehingga remaja diharapkan bisa
menggunakan pelayanan ini. Pelayanan untuk remaja disiapkan ruangan khusus sehingga remaja tidak perlu khawatir atau cemas
rahasianya akan diketahui banyak orang. Dalam konseling ini remaja bisa berkonsultasi mengenai berbagai hal termasuk
kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, ataupun bertanya tentang hal lainnya.
28.        OPERASI GRATIS KATARAK DAN PTERIGIUM
Pos Kupang, Sabtu, 26 Oktober 2013 (Halaman 17)

Tim dokter dari Persatuan Dokter Mata Indonesia akhirnya membebaskan 225 orang warga Manggarai dari kebutaan total. Mereka
sudah bisa melihat kembali setelah dilaksanakan operasi gratis katarak dan pterigium di RSUD Ruteng. Meski demikian,
kemungkinan masih ada sebagian masyarakat di berbagai pelosok Manggarai yang mengalami kebutaan, namun belum bisa
dijangkau aksi sosial kali ini.
29.        200 WARGA ENDE DIGIGIT ANJING
Pos Kupang, Minggu, 26 Oktober 2013 (Halaman 19)

Sepanjang tahun 2013 tercatat 200 orang warga kabupaten Ende digigit anjing yang diduga mengandung penyakit rabies.
Kabupaten Ende masih merupakan daerah endemis penyakit rabies. Dengan demikian setiap kali kasus gigitan anjing harus diduga
rabies maka prosedur penanganannya dilakukan secara khusus sehingga tidak jatuh korban. Dengan stok vaksin yang ada
DINKES Ende optimis bahwa kasus rabies di Ende masih bisa ditangani.
30.        NTT WASPADAI RABIES DAN ANTHRAX
Pos Kupang, Minggu, 27 Oktober 2013 (Halaman 2)

Wilayah NTT merupakan salah satu daerah yang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi ternak atau gudang ternak,
tetapi sekaligus gudang penyakit ternak karena itu perlu perhatian serius dari semua komponen masyarakat.

FOOD and NUTRITION
1.        PEMERINTAH SBY GAGAL SEDIAKAN PANGAN MURAH
Pos Kupang, Jumat, 18 Agusutus 2013 (Halaman 6)

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai gagal menyediakan pangan
murah berkualitas untuk rakyat. Sementara itu, rakyat NTT hingga saat ini masih belum sejahtera. Hal ini disampaikan Liga
Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang saat menggelar aksi unjuk rasa menyambut Hari Anti Kemiskinan
Sedunia, Kamis (17/10/2013). Ketua LMND Eksekutif Kota Kupang, Aprianus Hale, dalam orasinya menyebutkan masyarakat
Indonesia saat ini dilanda Proses pemiskinan yang dilakukan oleh pemerintahnya sendiri.
2.        PRGI DUKUNG PETANI TINGKATKAN HASIL PANEN
Victory News, Sabtu, 19 Oktober 2013 (Halaman 10)

Unversitas PGRI melakukan melakukan gebrakan baru dengan menggandeng Perkumpulan Rukun Tani Manikin, Kelurahan Tarus
Kabupaten Kupang untuk meningkatkan hasil panen padi. Awalnya hasil panen padi para petani hanya tujuh ton per hectare, tetapi
setelah mendapat bimbingan dan dukungan Universitas PGRI NTT, hasil panen meningkat menjadi 12 ton per hectare. Demikian
dikatakan ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Para Masyarakat (LPM2) Universitas PGRI Heni Sine pada acara panen raya
padi kerja sama program Iptek Universitas PGRI NTT dan Rukun Tani Manikin, Kamis (17/10).
3.        GUBERNUR KUNJUNGI DEMPLOT BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK
Victory News, Sabtu, 19 Oktober 2013 (Halaman 10)

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengaku bangga dengan petani sayur Kelompok Kawara Mapandalung di kelurahan Prailiu,
Kabupaten Sumba Timur. Meski demikian, gubernus meminta agar anggota kelompok tetap bersemangat dan bekerja keras agar
dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi sayuran. Gubernur Lebu raya, menyampaikan hal itu ketika berkunjung ke
demplot Budi daya sayuran Organik Kelompok Kawara di Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Jumat (18/10).
Pada kesempatan itu, gubernur leburaya didampingi Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dan Wakil Bupati Matius Kitu, serta
Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda).
4.        PROSUKSI JAGUNG NTT CAPAI 711.000 TON
Pos Kupang, Senin, 21 Oktober 2013 (Halaman 7)

Produksi komoditi jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai akhir tahun 2013, diperkirakan mencapai 711.000 ton atau
meningkat dari produksi 2012 sebanayak 638.000 ton. Perkiraan ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik NTT, dimana hasil
jagung sampai kuartaII-2013 sudah mencapai 687.970 ton. “perkiraan produksi jagung kita samapi akhir tahun ini sebanyak
711.000 ton. Produksi ini bisa bisa melebihi perkiraan, karena masih ada program gerakan tanam serentak jagung yang akan
dimulai pada musim tanam 2013,” kata kepala dinas pertanian  dan perkebunan Provinsi NTT Yohanis Tay Ruba di Kupang, Jumat
(18/10/2013).
5.        GTS SIAP DILAKSANAKAN BULAN NOVEMBER
Victory News, Senin, 21 Oktober 2013 (Halaman 10)

Program gerakan tanam serentak (GTS) 1.000 hektare untuk jagung dan kedelai di NTT akan dimulai pada November atau
Desember tahun ini menyongsong musim tanam 2013/2014. “Untuk program GTS, NTT mendapat bantuan Padi, jagung dan
kedelai. Khusus untuk jagungdan kedelai baru akan dimulai pada musim tanam 2013/2014,” kata Kepala Dinas Pertanian dan
Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohanis Tay Ruba akhir pekan lalu.
Dia mengemukakan itu berkaitan dengan perkembangan pelakasanaan program GTS yang dicanangkan pemerintah mulai tahun
2013 ini di NTT. Menurut dia, GTS jagung1.000 hektare akan dikembangkan di kawasan Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan
(TTS). Sedangkan GTS Kedelai 500 hektare direncanakan dikembangkan di kabupaten Ngada.  
6.        PRODUKSI JAGUNG 2013 DIPREDIKSI 711 RIBU TON
Victory News, Senin, 21 Oktober 2013 (Halaman 10)

Produksi komoditi jagung di NTT sampai akhir tahun 2013 diperkirakan mencapai 711.000 ton atau meningkat dari produksi 2012
sebanyak 638.000 ton. Perkiraan ini karena berdasarkan data pusat Statistik NTT, hasil jagung sampai kwartal ke 2 sudah
mencapai 687.970 ton. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Yohanis Tay Ruba, akhir pekan
lalu.

7.        PETANI ANTUSIAS TANAM CENGKEH
Pos Kupang,  Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 22)

Para petani di desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), sangat antusias menanam
cengkeh. Semangat kerja seperti itu membuat kepala desa setempat berjuang mendapat bantuan bibit cengkeh. Upaya itu berhasil
sehingga Desa Golo Tolang mendapat bantuan bibit cengkeh sebanyak 10.000 anakan. Kepala desa Golo Tolang, Fabianus
Tangging mengatakan hal itu saat ditemui di kediamannya, Senin (21/10/2013). Menurut Tangging, petani di desa itu memiliki
semangat yang tinggi untuk menanam cengkeh, apalagi di dukung dengan struktur tanah yang bagus untuk tanaman cengkeh
serta potensi lahan masih luas. Kendala saat ini, jelas Tangging. Petani belum mampu membeli bibit cengkeh dalam jumlah banyak.
Sebagai kepala desa yang merespon permintaan petani, ia berjuang untuk mendapatkan bibit cengkeh dari pemerintah lewat dinas
teknis. Upaya itu berhasil direspon oleh Badan Lingkunagn Hidup Kabupaten Manggarai Timur (Matim) lewat program konservasi
sumber daya alam dan daerah aliran sungai.
8.        BULOG TARGETKAN 8.000 TON BERAS
Pos Kupang,  Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 22)

BULOG Ruteng yang menangani wilayah Manggarai Raya menargetkan 8.000 ton berasa dari petani dari persawahan Lembor,
Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2013. Saat ini Bulog Ruteng sudah mendapatkan 6000 ton beras dari petani Lembor.
Kepala Bulog Sub Divre Ruteng, Umbu Mangu Gadung, menjelaskan hal tersebut saat ditemui di persawahan Lembor, Sabtu
(12/10/2013). “Sekarang sudah ada 6000 ton beras dari Lembor  yang berada di gudang kami, tinggal 2000 ton lagi. Syukur kalau
beras yang diperoleh lebih dari 2000 ton dan kita harapkan bisa tambah lagi 4000 ton,”kata Umbu.
9.        BIBIT JAGUNG DI SIKKA DIDATANGKAN DARI LUAR
Victory News, Kamis, 24 oktober 2013 (Halaman 10)

Keterlambatan bibit dan pupuk di kelompok tani menjelang musim hujan dikarenakan pengadaan bibit jagung dan pupuk dari luar
Kabupaten Sikka. Pengadaan bibit jagung dan pupuk itu melalui kerja sama Dinas Pertanian Kabupetan Sikka dengan pihak ketiga.
Demikian dikatakan Kepala Dinas pertanian Kabupaten Sikka Muritz da Cunha, kepada VN, Rabu (23/10). “Keterlambatan bibit dan
pupuk di kelompok tani adalah diadakan dari luar Sikka. Kita kerjasama dengan pihak ketiga, keterlambatan dari pihak ketika itulah
yang menjadi kendala keterlambatan bibit tid di kelompok tani.” Kata Mauritz da Cunha, yang enggan menyebut pihak ketiga yang
mengadakan bibit tersebut.
10.        KANGAE JADI PILOT PROJETC BUDIDAYA SINGKONG
Victory News, Kamis, 24 oktober 2013 (Halaman 10)

Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka akan menjadi Pilot Project, budidaya singkong, di Kabupaten Sikka. Pemerintah melalui
Dinas Pertanian akan memfasilitasi 500 hektar kebun singkong. Bantuan pemerintah tersebut mulai dari bajak sampai pelatihan
para petani tradisional menjadi petani modern. Dengan itu pembangunan pabrik tapioca di Maumere untuk menampung hasil panen
dari masyarakat. Demikian sambutan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, dalam acara panen raya ubi kayu (singkong) dan pembelian
perdana ubi kayu oleh investor dari PT Mitco, Rabu (23/10) di dusun Wair Hubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae,
Kabupaten Sikka.
11.        PETANI KUPANG MULAI PANEN PADI
Victory News, Minggu, 27 Oktober 2013 (Halaman 2)

Petani di persawahan Air Sagu, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Sabtu kemarin mulai panen padi. Lahan pertanian di desa
tersebut cukup potensial dan produktif ditanami padi karena terdapat sumber air sagu yang mengalir sepanjang musim.  Hasil
panen petani dipersawahan tersebut berkisar 7-8 ton gabah kering per hektar. Kondisi ini berbeda jauh dengan petani di wilayah
lainnya di Kabupaten Kupang yang tidak menanam padi karena krisis air seperti terjadi di persawahan Oesao. Hasil panen 7 ton
per hektar sudah cukup memenuhi kebutuhan petani setempat. Gabah kering biasanya disisakan untuk kebutuhan makan, dan
sisanya dijual.
12.        PETANI BERKURANG, KETAHANAN PANGAN MENGANCAM
Timor Express, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 6)

Organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan Kanada, Oxfam menyebutkan kondisi pertanian yang memprihatinkan. Sedikitnya
ada 500 orang petani yang meninggalkan pekerjaannya setiap tahun. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya minat terhadap
pangan lokal Indonesia dan masih ada ketergantungan masyarakat terhadap pangan pokok hingga pangan impor luar negeri.
Produksi pertanian juga sangat sedikit disbandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingkat ekonomi naik 7
hingga 8 persen sementara pertumbuhanpertanian hanya naik 2 sampai 3 persen saja. Kondisi ini makin ironis ketika pemerintah
tidak mampu lagi melindungi petani dari kondisi sosial.
13.        MANGGARAI TIMUR TERBAIK
Pos Kupang, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 22)

Sesuai penilaian Dewan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu dari tiga kabupaten
terbaik di Provinsi NTT dalam hal ketahanan pangan. Program-program yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Bupati
Yoseph Tote mampu meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten tersebut. Ketahanan pangan itu meningkat melalui program-
program yang berbasis masyarakat dengan menitikberatkan pada ketahanan pangan di tangan petani yang cukup dapat mengatasi
masalah kelaparan. Program percetakan sawah baru, perluasan lahan jagung, dan juga tanaman lain merupakan program yang
mendukung ketahanan pangan di suatu daerah. Ketersediaan pangan yang cukup mesti diperhatikan secara serius sehingga
masyarakat bisa hidup sejahtera.
14.        KETAHANAN PANGAN DI MATIM BAIK
Timor Express, Rabu, 30 Oktober 2013

Dewan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menilai Kabupaten Manggarai Timur sebagai salah satu dari tiga kabupaten yang terbaik
di NTT dalam bidang ketahanan pangan. Atas dasar penilaian tersebut maka bupati Yoseph Tote sebagai kepala daerah patut dan
berhak memperoleh penghargaan Adikarya Pangan Nusantara. Program-program yang dilaksanakan berhasil meningkatkan
ketahanan pangan di kabupaten Matim. Ketahanan pangan yang ada meningkat karena ada intervensi program-program dari
pemerintah yang berbasiskan masyarakat, serta menitikberatkan pada ketahanan pangandi tingkat masyarakat dan pada gilirannya
ketersediaan pangan di tangan petani cukup dapat mengatasi masalah kelaparan.  

RISK
1.        RUMAH WARGA IPIR TERANCAM DISAPU OMBAK
Victory News, Rabu, 16 Oktober 2013 (Halaman 14)

Sekitar 300 rumah Dusun Baluk, Wologahar dan Dusun Ipir, Desa Ipir, Kecamatan Bola Kabupaten Sikka, terancam disapu ombak
akibat ganasnya gelombang pasang laut selatan. Ratusan rumah tersebut terancam disapu ombak karena sampai sekarang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka belum melanjutkan pebangunan tembok penahan ombak diwilayah itu. Demikian
disampaikan warga Desa Ipir Thomas Edison kepada VN di Maumere, Selasa (15/10)
2.        PUTING BELIUNG TERBANGKAN 35 RUMAH
Pos Kupang, Kamis, 17 Oktober 2013 (Halaman 1)

Angin puting beliung mengamuk dan menghadirkan bencana bagi warga di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Dengan menerbangkan 35 rumah penduduk setempat. Dari jumlah ini, 27 rumah milik warga Belu dan delapan warga milik TTS. Di
Belu, puting beliung menerjang desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (16/10/2013), sekitar pukul 13.00 Wita. Sekitar 27
rumah di desa ini rata dengan tanah diterbangkan angin. Rumah yang paling parah terhantam terkena hantama angina disertai
hujan itu di Haekriit sebanyak 25 rumah dan 2 rumah di dusu lain. Saat ini pemilik rumah yang rusak mengungsi sementara waktu
ke tetangga.
3.        PUTING BELIUNG PORAK-PORANDAKAN KOA
Timor Ekspress, Kamis, 17 Oktober 2013 (Halaman 1)

Akibatnya, 8 rumah milik warga rata dengan tanah di Koa, TTS. Filmon Missa, salah satu korban bencana alam itu, ketika ditemui di
rumah miliknya, Rabu (16/10), menguraikan kronologis kejadian itu. Dikatakannya, kejadian itu bermula ketika hujan deras
bercampur es disertai angin kencang. Beberapa saat kemudian, bertiup angin berkecepatan tinggi dari arah utara ke selatan.
Tiupan angin kencng itu kembali lagi ke utara. Dan berputar-putar di pemukiman warga. Pada saat itulah, rumah Filmon dan warga
lainnya, rubuh diterpa angina puting beliung. Material rumah seperti seng dan rangka rumah, ikut terseret angina sejauh lima
meter.  
4.        WARGA DIMINTA WASPADAI CUACA DI NTT
Victory News, Kamis, 17 Oktober 2013 (Halaman 9)

Warga  di kota Kupang dan NTT umumnya diminta untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem yang melanda kota Kupang dan
NTT dua hari terakhir. Pasalnya, cuaca ekstrem ini tidak saja pertanda NTT akan memasuki musim hujan, tetapi juga mengganggu
pelayarann maupun pererbangan di NTT. Demikian dikatakan kepala seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lasiana Kupang Apolinaris Geru Kepada VN, Rabu (16/10).
5.        LONGSOR TEWASKAN MAHASISWA UNFLOR
Victory News, Kamis, 17 Oktober 2013 (Halaman 13)

Bebatuan yang longsor di kilometer 17 timur Kota Ende, kabupaten Ende, Selasa (15/10), menelan koban jiwa mahasiswa Fakultas
pertanian Universitas Flores (Unflor). Hironimus Balo Mulu (20). Hironimus ditemukan tak bernyawa setelah terseret batuan yang
longsor ke jurang sedalam 40 meter. Kapolsek Ende Yohanes Djawa menuturkan, kejadian itu bermula ketika 3 unit sepeda motor
melewati ruas jalan tersebut sekitar puku 14.30 Wita. Motor pertama dan kedua aman dari Longsor. Sepeda motor ke tiga
dikendarai korban yang memboncengi temannya Hironimus Joseph menuju ende. Tiba lokasi kejadian, tiba-tiba bebatuan longsor.
Korban sempat memarkirkan motornya. Teman korban sempat memanggilnya agas segera menghindar dari lokasi itu. Namun,
sebelum korban menoleh ke temannya, bebatuan yang longsor menghantam korban. Korban ikut terseret dengan bebatuan ke
dalam jurang.  
6.        BPBD LAKUKAN PENANGAN DARURAT
Timor Ekspress, Jumat, 18 Oktober 2013 (Halaman 7)

Menyikapi kasus angin putting beliung yang terjadi ki Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat yang menghancurkan 8 rumah warga,
badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten TTS hari ini akan melakukan penanggulangan darurat.
Penanggulangan yang akan dilakukan adalah memberi bantuan sembako dan terpal, agas masyarakat korban bencana dapat
berteduh untuk sementara waktu. Demikian dikatakan, kepala BPBD kabupaten TTS, Marthen Tafui, saat di konfirmasi Timor
Ekspress melalui telefon selulernya di SoE, kemarin (17/10). Marthen menuturkan, Rabu (16/10), Dinas Sosial telah turun
melakukan pendataan dan penangan darurat. Namun, pihaknya akan melakukan penangan lagi, karena ketika Dinas Sosial turun
melakukan pendataan dan penangan darurat, belum memberikan sembako kepada masyarakat korban bencana. “Mereka perlu
beras dan lauk pauk siap saji seperti mie dan ikan kaleng. Memang dinas social sudah turun melakukan pendataan dan
penanganan darurat, tetapi waktu turun tidak berikan para korban sembako. Jadi nanti besok, (hari ini,red), kami turun untuk
memberikan bantuan sembako”, ungkap Marthen.  
7.        PUTING BELIUNG RUSAKKAN BELASAN RUMAH
Pos Kupang, Jumat, 18 Agustus 2013 (Halaman 17)
Angin puting beliung menghantam belasan rumah warga Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, kamis
(17/10/2013) siang. Empat rumah diantaranya rusak parah, seluruh atap diterbangkan angin. Data sementara yang diperoleh Pos
Kupang dari Andres Koban, Kepla Seksi Pencegahan dan Siapsiagaan Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD)
Lembata di lokasi, menyebutkan, 11 rumah mengalami kerusakan. Tim reaksi cepatpun melakukan perbaiakan serta membangun
tenda sementara untuk mendukung yang rumahnya rusak. “Bantuan sementara segera kita turunkan berupa terpal dan tenda
darurat untuk keluarga-keluarga korban,” jelas Andreas ketiakditemui Pos Kupang di lokasi bencana.
8.        HUJAN DIKHAWATIRKAN LUMPUHKAN TRANSPORTASI
Pos Kupang, Jumat, 18 Oktober 2013 (Halaman 21)

Hujan pertama musin ini mengguyur Lembata, Kamis (17/10/2013). Ini merupakan kabar baik untuk petani yang telah
mempersiapkan lahan. Namun ada kekhawatiran besar untuk masyarakat Pantai Selatan Lembata adalah transportasi menjadi
lumpuh. Sebab, beberapa titik pada tiga ruas utama menuju wilayah pantai selatan rusak dan berlumpur. Seperti tahun-tahun
sebelumnya, pada ruas jalan Lewolwba-Lamalera, pada segmen Belang-Boto, terjadi kemacetan. Kendaraan roda dua dan roda
empat tertanam pada lumpur jalanyang sedang diperbaiki. Sampai saat ini segmen Belang-Boto juga belum dirampung. Belum ada
pengerasan, pekerja masih melanjutkan selokan.
9.        LAHAN BANDARA KOMODO TERBAKAR
Victory News, Selasa, 22 Oktober 2013 (Halaman 9)

Lahan di bagian timur Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo terbakar. Senin (21/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Akibatnya, aktivitas
penerbangan di bandara Komodo setempat terganggu. Kepala Bandara Komodo Fuadani kepada VN mengatakan, luas lahan yang
terbakar mencapai 100 meter di bagian timur bandara. Musim kemarau yang panajng menyebabkan ranting-ranting kayu cukup
mudah tersulut api dan terbakar. Belum diketahui pasti asal sumber api.
10.        DRAINASE BURUK, BANJIR JADI ANCAMAN
Pos Kupang, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 11)

Meski musim hujan hampir tiba, pemerintah kota (Pemkot) Kupang dinilai belum memiliki langkah berani untuk mengantisipasi banjir
di Kota Kupang. Pasalnya, sampai saat ini master Plan untuk drainase juga sebatas omong kosong belaka. Padahal, kondisi
drainase di Kota Kupang sudah sangat buruk. Hal ini di tegaskan Sekertaris Komisi A DPRD kota Kupang, Adrianus Talli, yang
ditemui di gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (22/10/2013). Adrianus mengatakan, sampai saat ini mulai memasuki musim
penghujan, sehingga pemerintah harus memiliki langkah awal untuk mengantisipasi banjir seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya harus ada tindakan awal dari Pemkot Kupang, seperti memperbaiki dan membersihkan saluran drainase sehingga
bersih dari sampah.
11.        SISTEM DRAINASE DI KOTA ENDE BURUK
Pos Kupang, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 19)

Sistem drainase di Kota Ende dinilai buruk. Pasalnya ketika hujan turun membuat air bersama sampah didalmnnya meluap hingga
ke badan jalan menyebabkan sampah bertebaran ke jalan. Seperti yang terlihat di jalan Nenas persisi di samping kanan kantor
Kesbangpolinmas, juga dijalan WZ Johannes dekat kantor dinas Kependudukan dan Pencatatan SIpil atau di depan kantor
Inspektorat. Dalam beberapa waktu terakhir kondisi di Ruas jalan Nenas maupun di jalan WZ Johannes seakan sudah menjadi
masalah klasik, karena ketika hujan turun dalam intensitas tinggi dipastikan sampah akan menumpuk di jalan karena drainase yang
ada di sekitarnya tersumbat sampah bahkan ada drainase yang tidak memiliki saluran pembuangan lebih lanjut.
12.        BUTUH TRILIUNAN ATASI BENCANA DI NTT
Timor Express, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 9)

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Tini Thadeus menyatakan butuh anggaran besar untuk
mencegah dan mengatasi bencana-bencana yang terjadi di NTT. Untuk kawasan Benenain di kabupaten Malaka saja
membutuhkan dana sekitar 3 triliun lebih. Melihat besarnya anggaran ini, pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi tidak
mampu.
13.        PEMERINTAH DIMINTA WASPADAI ANCAMAN BANJIR
Victory News, Rabu 23 Oktober 2013 (Halaman 8)

DPRD kota Kupang mengingatkan pemerintah kota (PEMKOT) Kupang untuk melakukan pembenaran terhadap infrastruktur
khususnya master plan, sehingga menjelang musim hujan warga kota kupang tidak dilanda banjir. “Berkaitan dengan pembuatan
master plan, DPRD sudah mengusulkan berungkali buka baru kali ini diingatkan kepada pemerintah, tetapi kenyataan pemerintah
hanya menjawab akan dan akan. Sehingga jawaban akan dan akan sampai sekarang belum juga terjawab dan masyarakat tetap
dilanda banjir”. Tegas Sekretaris Komisi B DPRD Kota Kupang Ady Talli.
14.        PENANGANAN TAK MAKSIMAL SAMPAH DIBUANG DI PINGGIR JALAN
Victory News, Rabu 23 Oktober 2013 (Halaman 14)

Penanganan sampah yang tidak maksimal oleh kantor lingkungan hifuo Flotim membuat warga mencari sendiri tempat pembuangan
sampah dalam kota. Akibatnya, bermunculan beberapa tempat pembuangan sampah dipinggir jalan raya di dalam Kota Larantuka.
Seperti disaksikan VN, terdapat 2 tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan Negara menuju Bandara Gewayan Tanah, tepatnya
di wilayah Desa Watowiti, Kecamatan Ile Mandiri. Pemandangan yang sama terlihat pula di sekitar Desa Wokantarak, yang juga
keberadaannya di sisi jalan raya utama jurusan Larantuka-Maumere. Sejauh pengamatan hingga saat ini, beberapa titik lokasi ini
terus saja digunakan warga sebagai TPA (tempat pembuangan akhir) sampah oleh warga.  

15.        RUAS MACANG PACAR-KUWUS TERTIMBUN LONGSOR
Victory News, Kamis, 24 Oktober 2013 (Halaman 13)

Ruas jalan yang menghubungkan Golo Welu Kecamatan Kuwus dan Noa selalu dihantui longsor setiap tahun. Hujan baru-baru ini,
meski tidak lebat, menyebabkan logsor di mana material longsoran menutup beberapa titik jalan sehingga jalan putus total. Titik
terparah terdapat di Dahang Timur, Kecamatan Kuwus. Camat Kuwus Fransiskus Kung, Rabu (23/10), menjelaskan, jalan jurusan
Kuwus-Noa merupakan satu-satunya jalan bagi warga yang ingin ke Manggarai. Dalam beberapa hari terakhir, kendaraantak bisa
melintas di jalan ini karena putus. “Hanya mobil yang punya Derek yang bisa melintas. Di Pahang, kerusakan terjadi sepanjang 20
meter,” ujar camat Kung.  
16.        LEMAH, KOORDINASI ATASI BENCANA
Victory News, Kamis, 24 Oktober 2013 (Halaman 15)

Provinsi NTT termasuk dalam peta kerentanan bencana. Namun, mirisnyabelum adanya koordinasi lintas kerja perangkat daerah
(SKPD) dalam menangani ancaman bencana. Keterbatasan anggaran dan lemasnya kapasitas aparatur menjadi penyebab utama
lemahnya koordinasi lintas SKPD ini. Demikian di katakana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini
Tadeus, Selasa (22/10). “Jujur ya, koordinasi lintas sector ini juga gampang-gampang sulit. Kami sudah melakukan koordinasi ke
berbagai dinas, tetapi memang ltulah keterbatasan kita. Kondisi keuangan dan lemahnya kapasitas diperhadapkan dengan
kerentanan yang cukup tinggi,”jelasnya.
17.        BPBD SOSIALISASI STANDAR PENANGGULANGAN BENCANA
Pos Kupang, Jumat 25 Oktober 2013 (Halaman 13)

Konsultan penanggulangan bencana daerah dari Lembaga Australian Indonesian Facility For Disaster Reduction, Josua Manulang,
mengatakan, Masyarakat Sumba Tengah dan Sumba umumny harus tetap siap menghadapi ancaman bencana alam yang
datangnya sewaktu-waktu. Kerena itu, masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan baik menghadapi musibah yang bakal terjadi.
Josua mengingatkan hal ini ketika tampil sebagai salah satu pembicara dalam sosialisasi penerapan prosedur standar pelayanan
penaggulangan bencana dan pelatihan dasar, kebencanaan dan aparatur dan masyarakat sumba tengah di Aula Kantor Desa
Wairasa, Selasa (22/10/2013)

18.        BANGUN SSB UNTUK KURANGI RISIKO BENCANA
Victory News, Jumat, 25 Oktober 2013 (Halaman 15)

Pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama. Bencana tidak pernah diduga dan tidak memilih orang. Semua
orang berisiko tertimpa bencana. Untuk mengurangi risiko kebencanaan, maka perlu dibentuk sekolah siaga bencana (SSB). Ketua
Hope Worldlive Indonesia Ferna Rondonuwu dalam materinya Pengurangan Risiko Bencana bagi guru dan dosen di aula Rektoret
Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Kamis (24/10) mengatakan, sebelum mengetahui risiko bencana, perlu
diketahui terlebih dahulu penyebab dan gejala bencana alam. Dia menjelaskan, gempa bumi diakibatkan tanah tempat berpijak
bergoyang, kepala menjadi agak pusing, adanya goyangan halus dari bangunan sekitar. Sedangkan memprediksi adanya gempa
bumi yakni air sumur berwarna keruh dan berbau serta binatang dan burung-burung berperilaku aneh, seperti tampak gelisah dan
aneh.
19.        MAHASISWI STIE TEWAS 'DIMAKAN' GRANAT
Pos Kupang, Sabtu, 26 Oktober 2013 (Halaman 1)

Yohanes Tamo Mbapa Katoda (20), Mahasiswa semester V Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tambolaka, tewas mengenaskan
dalam kamar kos. Yohanes tewas akibat granat meledak. Mukanya hancur nyaris tidak dikenali. Melky Data, warga Ranggaroko
yang rumahnya bersebelah jalan dengan kos korban, menjelaskan, dia dan warga lainnya mendengar bunyi ledakan yang sangat
besar. Dari olah TKP, diketahui bahwa Yohanes tewas terkena granat meledak. Polisi menemukan serpihan-serpihan granat, baik
di dalam maupun di luar kamar kos. Korban di duga sedang memegang granat dalam posisi jongkok sehingga saat meledak
langsung mengenai muka, dada, dan perut serta lutut kanan dan tangan kiri.
20.        RUANG KELAS SDI MNELAFAU ROBUH
Pos Kupang, Sabtu, 26 Oktober 2013 (Halaman 13)

Salah satu ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SD Inpres Mnelafau di Kelurahan Kobekamusa rubuh akibat termakan usia.
Siswa kelas 3 yang menempati ruang tersebut terpaksa sekolah siang setelah kelas 1 dan 2 keluar. Sebagian besar tembok dan
fondasi ambruk menyisakan lubang besar di sisi kanan dan bagian bekakang, sementara bagian depan mengalami retak. Untung
saja rangka bangunan tersebut terbuat dari baja dan beton sehingga atap tetap kokoh berdiri. Walau demikian, kondisinya sangat
memprihatinkan dan mengancam keselamatan para siswa pada musim hujan. Menurut Nenabu, gedung SD itu telah dibangun sejak
tahun 1983 dan baru direhab satu kali, tahun 2005. Seharusnya pemerintah sudah merencanakan untuk membangun baru agar
tidak merugikan anak-anak dan masyarakat.
21.        SISWA PENGUNGSI BERSEKOLAH DI TENDA
Pos Kupang, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 19)

Sebanyak 150 orang siswa siswi yang adalah pengungsi asal kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, masih bersekolah di tenda-tenda
darurat Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Selain di tenda darurat, para siswa juga bersekolah di rumah warga
sekitarnya. Keberadaan siswa di tenda darurat sangat tidak nyaman untuk beraktivitass belajar mengajar karena para siswa kerap
diterpa panas atau debu, apalagi disiang hari. Selain terkendala ruangan kelas yang serba daurat, para siswa-siswi juga mengalami
kendala dengan buku-buku pelajaran karena tidak ada sehingga kelanjutan proses belajar terpaksa menggunakan buku yang ada
di tangan guru.
22.        LUBANG ANCAM PENGGUNA JALAN
Pos Kupang, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 20)

Lubang bekas galian pipa air bersih yang memberlah jalan-jalan utama di Kota Mbay mengancam keselamatan para pengguna
jalan. Berkali-kali nyaris terjadi kecelakaan dijalur-jalur yang dilalui lubang bekas galian pipa. Keberadaan lubang yang membelah
jalur utama itu sangat meresahkan pasalnya lubang tersebut sudah ada sejak tahun 2012 lalu, namun tidak ada tindakan mentup
kembali lubang tersebut. Untuk menghindari kecelakaan, warga terpaksa menutupnya dengan ban bekas.
23.        JEMBATAN TRANS LEMBATA RAWAN KECELAKAAN
Pos Kupang, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 21)

Pascaberfungsi dan dimanfaatkannya jembatan Trans Lembata Jaya Motor Lewoleba beberapa bulan lalu, sudah terjadi banyak
kecelakaan lalu lintas. Hal ini sungguh meresahkan warga sekitar. Pasalnya setiap hari ruas jalan itu ramai kendaraan tetapi
jalannnya sempit. Permukaan ruas jalan Trans Lembata di atas jembatan itu menjadi cembung membukit, diduga karena
pembangunan jembatannya terlalu tinggi akibatnya orang tidak bisa mengetahui apakah ada kendaraan dari arah berlawanan,
kecuali ketika kendaraan tiba di puncak jembatan. Kondisi ini menyebabkan rawan kecelakaan karena itu harus segera
dirampungkan pengerjaannya oleh pemerintah.
24.        JALAN DI KELURAHAN WOLOMARANG TERANCAM PUTUS
Victory News, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 13)

Jalan kabupaten di kelurahan Wolomarang, kecamatan Alok Barat, kabupaten Sikka, rusak parah dan terancam putus. Para
pengguna jalan dengan kendaraan yang melintasi jalan tersebut harus extra hati-hati. Pasalnya jalan berlubang dan pinggir aspal
pecah tergerus erosi saat hujan bahkan terancam putus setengah badan jalan ambruka akibat derasnya banjir saat hujan. Sudah 2
tahun jalan tersebut rusak akibat derasnya air saat banjir yang membuat deker tidak mampu menahan sehingga sebagian badan
jalan runtuh. Kondisi tersebut juga sudah berulang kali memakan korban termasuk pejabat yang melintasi dengan mobil dinasnya
tergelincir dan nyaris terbalik.
25.        NTT URUTAN EMPAT RAWAN BENCANA
Victory News, Rabu, 30 Oktober 2013 (Halaman 14)

Provinsi NTT menempati urutan keempat daerah rawan bencana dari 33 Provinsi di Indonesia. Data indeks bencana yang
dikeluarkan BNPB menunjukan seluruh bagian wilayah NTT masuk zona merah yang berisiko bencana alam. Kabupaten Lembata
berada pada peringkat 153 daerah rawan bencana dari 494 kabupaten/kota di Indonesia.
26.        RUAS JALAN HALIKELEN NYARIS PUTUS
Victory News, Kamis 31 Oktober 2013

Ruas jalan pinggir kali Halikelen, desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat nyaris putus akibat erosi yang terus terjadi. Pinggir jalan
raya itu susut hingga meninggalkan sepotong ruas ukuran sekitar tiga meter dari enam meter total lebarnya. Erosi yang terjadi di
sekitar bantaran kali Halikelen mengakibatkan bahu jalan raya terpotong. Para pengguna jalan jalan raya khususnya kendaraan
roda dua, empat, enam, dan lain-lain harus antre di sekitar lokasi itu. Pasalnya hanya satu ruas jalan yang bisa digunakan
sedangkan ruas jalan lainnya terkena longsor. Di tempat itu pun sudah disimpa tumpukan material untuk dimulainya perbaikan ruas
jalan itu.
27.        PENGUNGSI GOTONG ROYONG BANGUN 375 RUMAH
Victory News, Kamis, 31 Oktober 2013 (Halaman 14)

Sebanyak 375 kepala keluarga korban letusan Gunung Rokatenda yang mengungsi sejak Oktober 2012 kini secara bergotong
royog membangun 375 unit rumah bantuan dari pemerintah di kelurahan Hewuli dan kelurahan Wuring, kecamatan Alok Barat,
kabupaten Sikka. Kepala BPBD kabupaten Sikka menyatakan pemerintah telah memberikan bantuan dana 6,4 miliar untuk
membangun 375 unit rumah di kedua daerah tersebut. Setiap KK ditaksir mendapat sekitar Rp. 15 juta dan masing-masing akan
bertanggung jawab untuk pembangunannya.  
WATER
1.        PDAM JAMIN KEBUTUHAN AIR BERSIH STABIL
Timor Express, Rabu, 16 Oktober 2013 (Halaman 13)

Kebutuhan air bersih bagi ribuan pelanggan di Kota Atambua ibukota Kabupaten Belu pada musim panas tahun ini dijamin berjalan
stabil. Kepastian terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi warga Kota Atambua dan beberapa daerah usaha PDAM Atambua ini
diungkapkan oleh Direktur PDAM Atambua. Dijelaskan debit air dari dua sumber air bersih yang selama ini melayani kebutuhan
para pelanggan di Kota atambua, mengalami penurunan yang tidak terlalu mencolok. Meskipun demikian diharapkan kepada
pelanggan air bersih di wilayah kerjanya agar terus menggunakan air sesuai kebutuhan masing-masing sebagaimana biasanya.
2.        SUMBER AIR DI MATIM MULAI TERCEMAR
Timor Express, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 15)

Di kabupaten Manggarai Timur (MATIM) saat ini, ketersediaan air bersih sudah terancam, Karena 75 persen sungai dan 80 persen
air tanah yang ada, telah tercemar oleh limbah dan sampah domestik. Terancamnya ketersediaan air bersih di wilayah itu, karena
masih buruknya pengelolaan sanitasi, padahal sanitasi merupakan komponen terpenting dari system penyediaan air minum,
terutama dalam hal perlindungan dan pelestarian sumber air.
3.        AIR DAN SANITASI PALING RENDAH
Pos Kupang, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 18)

Realisasi fisik proyek di kabupaten Manggarai Barat dalam semester I Tahun Anggaran 2013 tergolong sangat rendah. Realisasi
paling rendah terjadi pada proyek air minum bersih dan sanitasi. Salah satunya pembangunan fasilitas MCK (MAndi Cuci Kakus).
Sementara proyek lainnya seperti jalan, jembatan, dan irigasi relative lebih bagus meski ada diantaranya masih rendah. Selain
realisasi fisik yang rendah, realisasi keuangan juga masih rendah yakni hanya 46,75 persen.
4.        AIR ISI ULANG BAU LUMPUR
Victory News, Rabu, 23 Oktober 2013 (Halaman 12)

Warga kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengeluhkan kualitas air gallon isi ulang yang saat ini menjamur di kota tersebut.
Keluhan ini terkait adanya bau lumpur dari air isi ulang tersebut. Untuk itu, warga meminta Pemkab Sumba Timur khususnya dinas
teknis untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tempat-tempat air gallon isi ulang. Umbu Palandima, warga kota
waingapu yang di temui  Selasa (22/10) menjelaskan, bau lumpur yang tercium dari air gallon isi ulang sangat meresahkan
masyarakat. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya dinas teknis segera bekerja cepat. “Ini menyangkut
hajat hidup orang banyak. Sehingga kami harap dinas teknis segera beraksi,” Ungkap Palandima.
5.        WARGA DESA BUTI KESULITAN AIR BERSIH
Timor Ekspress, Kamis, 24 Oktober 2013 (Halaman 15)

Sebanyak 320 KK (Kepala Keluarga) di Desa Buti, Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur (Matim), masih saja
mengalami kesulitan untuk memperoleh air bersih. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih, warga empat kampong
di desa Buti terpaksa harus berjalan kaki sepanjang kurang lebih 1.5 kilometer, untuk mengambil air pada satu sumber air Wae
ratun, itupun harus mengantri. Pada saat musim kemarau saat ini, debit airnya menurun dan terancam kering. Selain itu, sumber air
Wae Ratun yang menjadi sumber kehidupan warga desa buti, sudah sangat tidak layak untuk di konsumsi, pasalnya bak sebagai
wadah penampung air, yang di bangun pada tahun 1987 oleh pemerintah Manggarai, kondisinya kotor.     
6.        WARGA DESA BUTI KESULITAN AIR MINUM BERSIH
Pos Kupang, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 22)

Warga desa Buti, kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, kesulitan mendapatkan air minum bersih. Selain sumber
mata air di wilayah itu terbatas, juga jarak sumber mata air dengan pemukiman penduduk jauh sekitar 700 meter. Di desa tersebut
hanya terdapat satu sumber mata air yang kemudian dipakai oleh warga empat kampong sekitarnya dengan jumlah kepala
keluarga sebanyak 320 dan jumlah jiwa sekitar 1.000-an orang. Di sumber mata air tersebut sudah dibuat bak penampung air sejak
1987. Namun bak itu tidak ditutup dan tidak ada penyaring sehingga airnya kotor. kondisi ini semakin parah jika musim kemarau,
pasalnya warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dari pemukimannya hanya untuk mengambil air. Kondisi ini sudah
berlangsung lama, oleh karena itu masyarakat berharap dengan pemekaran MATIM pemerintah bisa memperhatikan air minum
sebab proyek air minum jarang masuk di wilayah itu.
7.        WARGA KELUHKAN PELAYANAN PDAM
Victory News, Senin, 28 Oktober 2013 (Halaman 13)

Warga kota Larantuka alami kesulitan mendapatkan air bersih layanan PDAM Flores Timur. Kebutuhan air bersih akhir-akhir ini
semakin menyulitkan dan menggangu aktivitas. Kondisi ini dikeluhkan warga yang menilai pelayanan PDAM semakin memburuk.
Karena kurangnya ketersediaan air bersih oleh PDAM, warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air ke penjual
air tangki atau penjual air jerigen. Meski tidak memenuhi kewajibannya akan suplai air bersih bagi warga, PDAM seakan hanya
menuntut kewajiban pengguna membayar tagihan. Jadwal pengisian yang biasanya empat hari sekali saat ini semakin tak pasti.
Bahkan terkadang, air tidak mengalir selama seminggu, sehingga warga terpaksa membeli air kepada penjual air. Jika mengalir
pun, jumlahnya tidak memadai seperti sebelumnya.
8.        AIR WAILEKO SAWAH DIDISTRIBUSI KE TAMBOLAKA
Pos Kupang, Rabu, 30 Oktober 2013 (Halaman 12)

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masayarakat Kota Tambolaka, kabupaten Sumba Barat Daya saat ini sedang dikerjakan
perluasan jaringan perpipaan yang bersumber dari air Waileko Sawah kecamatan Wewewa Timur. Air tersebut nantinya akan
dipompa menggunakan mesin pembangkit kemudian ditampung di Pintu Baki untuk selanjutnya di distribusi kepada masyarakat
Elopada dan sekitarnya.


Penerbitan NTT Research Focus adalah bagian dari pengembangan NTT Studies oleh IRGSC,
sebuah think tank yang berbasis di Kupang, NTT.

Koordinator pelaksana        : Inriyani Takesan
Penanggung Jawab             : Dominggus Elcid Li, PhD
Editor                                   : Dr. Jonatan A. Lassa
Asisten pelaksana               : Randy Banunaek, Oktaviana Djulete
Reviewer                             : Rudi Rohi, Victoria Fanggidae, Maklon Killa
NTT Research Focus 006
Food, Health, Nutrition, Risk and Water
[FHNRW Newsletter]
16-31 October Edition