PENGANTAR EDISI 5

IRGSC NTT Research focus adalah publikasi regular yang berisikan ringkasan penelitian tentang NTT yang mutakhir yang
dikombinasikan dengan berita dari tiga media harian utama di NTT yakni Pos Kupang, Timor Express dan Victory News. Fokus dari
NTT Research Focus adalah pada isu kesehatan, pangan, nutrisi, risiko, dan air. Terkait rangkuman berita di bawah ini, diharapkan
agar pembaca melakukan validasi dari kliping berita yang dimaksudkan [Lihat juga keterangan penerbitan di halaman 11,
pdf].
Untuk hasil yang lebih baik, silahkan download
PDF.


SELECTED NEW ARTICLE ON NTT
Kaisar et al. Epidemiology of Plasmodium infections in Flores Island, Indonesia using real-time PCR Malaria Journal 2013, 12:169.  
http://www.malariajournal.com/content/12/1/169

HEALTH
1.        Tiap Bulan 10 Orang Kena HIV
Pos Kupang, Selasa, 1 Oktober 2013 (halaman 10)

Setiap bulan di klinik VCT Sobat RSUD Prof.Dr.WZ Johannes Kupang ada pertambahan pengidap HIV yang baru di atas 10 orang.
Bahkan untuk September 2013 ini sudah ada 28 orang. Demikian diungkapkan koordinator klinik VCT Sobat RSUD Prof.Dr.WZ
Johannes Kupang, dr Rasvitri Utami. Rasvitri didampingi Ny.Tanti dan Melkior. Menurutnya, yang datang pemeriksaan ke klinik VCT
setiap bulan sekitar 300-an orang. “Ada yang datang sendiri ke klinik tapi ada juga yang direkomendasi dari puskesmas, klinik,
dokter. Ada juga beberapa orang yang belum menikah, datang dan periksa tapi jumlahnya hanya satu dua orang saja,” ucapnya.
Rasvitri menambahkan, saat ini ada 177 pengidap HIV yang setiap bulannya selalu datang ke klinik dan berkonsultasi serta
mendapat obat karena ARV ini harus diminum seumur hidup.
2.        Korban Campak Jadi 10 Meninggal
Pos Kupang, Sabtu, 5 Oktober 2013 (halaman 13)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Hosiani Inrantau, mengatakan korban campak di desa Nuapin, Kecamatan Fatumnasi,
bertambah dua balita sehingga total korban tewas menjadi 10 orang. Jumlah penderita pun bertambah saat ini mencapai 78 orang.
“Sebelumnya balita yang meninggal 10 orang. Meninggal akibat terserang campak sebanyak 8 orang, dua diantaranya meninggal
karena TBC dan kejang demam,” kata In Rantau. Saat ini semua penderita ditampung di Poskesdes untuk mempermudah
pengawasan. In Rantau menegaskan, campak di Nuapin sudah ditetapkan sebagai KLB. In Rantau menduga para korban dan
penderita belum pernah mendapatkan imunisasi campak.   
3.        Pelayanan Puskemas Buruk Warga Mengadu Ke Dinkes
Victory News, Rabu, 9 Oktober 2013 (Halaman 13)

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Alor Muhidin Arubusman belum memanggil kepala Puskesmas Mademang karena baru
mendengar pengaduan dari warga.
Matias Kabei, warga kampong Sibeimang, desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman Kabupaten Alor mengadukan pelayanan
buruk di Puskesmas Mademang kepadal Dinas Kesehatan Kabupaten Alor. Dalam surat pengaduannya, Matias mengungkapkan
pelayanan buruk puskesmas Mademang sehingga menyebabkan istrinya Desi Kabei Meninggal dunia.
Matias mengisahkan, pada 23 September, setelah mengetahui istrinya hendak melahirkan, ia menuju puskesmas sejauh 8 kilometer
dengan berjalan kaki untuk meminta bantuan ambulan menjemput istrinya. Namun, Kepala Puskesmas Mademang Emanuel Y Watu
Odje menyatakan, tidak ada bahan bakar.

4.        521 IRT Idap HIV-AIDS
Timor Ekspress, Rabu 9 Oktober 2013 (Halaman 9)

Sejak ditemukan pertama kali virus HIV-AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini, tercatat sudah 521 orang Ibu
Rumah Tangga (IRT) menderita penyakit mematikan tersebut. Sementara total pengidap HIV-AIDS di NTT hingga saat ini sudah
mencapai 2.445 kasus.
Dari jumlah itu yang meninggal dunia mencapai 493 orang. Selain para IRT, juga ditemukan para petani sebanyak 307 orang yang
menderita HIV-AIDS sedangkan karyawan swasta yang menderita HIV-AIDS sebanyak 527 kasus.
“Hasil deteksi petugas melalui pememriksaan HIV, jumlah penderita HIV-AIDS di NTT mencapai 2445 kasus. Masih banyak
masyarakat yang menderita HIV-AIDS tetapi tidak terdeteksi. Banyak orang hidup dengan HIV-AIDS tetapi enggan untuk datang
memeriksa HIV ditempat-tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” ungkap Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) NTT, Gusti Brewon kantor KPA Kota Kupang, Selasa (8/10).


5.        Jumlah Penderita Virus Campak Berangsur Menurun
Timor Ekspress, Kamis, 10 Oktober 2013 (Halaman 13)

Sesuai pendataan yang dilakukan, virus campak yang menyerang masyarakat Desa Nuapin, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten
Timor Tengah Selatan (TTS), berjumlah 78 orang. Namun setelah dinas kesehatan (Dinkes) TTS melakukan perawatan medis
secara intensif, angka penderita mulai berangsur turun atau berkurang. Hingga saat ini, penderita virus campak yang pada
umumnya anak-anak, yang masih menjalankan perawatan medis berjumlah 14 orang. Demikian Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr.
Hosiana Inrantau ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (9/10).
Hosiana menerangkan, para penderita saat ini menjalankan perawatan di Poskesdes setempat. Penangan medis yang dilakukan
adalah, memberi vitamin A dan Vaksin. Tenaga medis yang disiagakan berjumlah enam orang, yang terdiri dari 2 orang dokter, 3
orang perawat dan 1 orang bidan. “memang agak sulit kita melakukan perawatan disana, karena tradisi masyarakat yang sangat
kental. Kalau anaknya terjangkit virus campak, tidak mau diobati secara medis, tapi mereka masih kasi minum air asam, dan tidak
boleh keluar dari rumah,” tutur Hosiana.
6.        Anak Penderita Muntaber Meningkat
Pos Kupang, kamis, 10 Oktober 2013 (Halaman 10)

Akhir-akhir ini jumlah anak yang sakit muntaber yang di rawat dan berobat di RSUD Kota Kupang mengalami peningkatan. Dalam
bulan ini saja sudah 19 orang yang masuk melalui Poliklinik anak, belum lagi di tambah dengan pasien yang masuk melalui UGD.
Demikian diungkapkan dokter spesialis anak pada RSUD Kota Kupang, dr. Karolina Tallo, M.Sc.SpA yang ditemui di ruang
kerjanya, Rabu (9/10/2013).
Karolina Menjelaskan muntaber lagi mewabah di Kota Kupang, sehingga pasien yang rawat inap dan rawat jalan meningkat.
“Muntaber ini terjadi karena virus dimana virus masuk melalui makanan. Bukan karena Cuaca. Cuaca lebih berdampak pada ISPA,”
ucapnya.  
7.        Anak Penderita Diare Membeludak
Pos Kupang, Sabtu, 12 Oktober 2013 (Halaman 9)

Sejak awal bulan Oktober 2013 ini, anak-anak yang menderita diare terus meningkat. Demikian di ungkapkan perawat di ruang IGD
RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Adrianus Y Pa, S. Kep yang ditemui di ruang IGD, Jumat (11/10/2013).
“hari ini ada 5 pasien diare khususnya anak-anak yang dirawat di IGD, ada yang dirawat sejak kemarin. Ada pasien yang masuk
sejak kemarin tapi ada juga yang baru dieawat hari ini. Meningkatkanya pasien diare ini terjadi pada awal bulan Oktober 2013,”
ujarnya.

FOOD AND NUTRITION  

1.        Wereng Serang Lahan Sawah
Pos Kupang, Senin, 14 Oktober 2013 (Halaman 18)

Hama Wereng menyerang lahan persawahan warga desa Nebe dan Bangkoor, kecamatan Talibura, kabupaten Sikka. Akibatnya,
petani di desa ini terancam gagal panen.
Kemarau panjang juga membuat lahan persawahan warga dua desa seluas 79 hektar (Ha), masing-masing desa Nebe 37 ha dan
Bangkoor 42 Ha mengalami kekurangna air. Air tidak bisa mengaliri persawahan karena di DAS Nanga Gete, Desa Nebe, terjadi
penurunan debit. Air yang ada di DAS tidak bisa masuk ke lahan persawahan sehingga petani tidak menanam. Kepala desa Nebe,
Bonafasius Nong, kepada Pos Kupang di Nebe, Rabu (9/10/2013 siang, menyebut dampak dari kekeringan dan musim kemarau
telah membuat petani di Talibura terancam kekurangan pangan.
2.        Produksi Padi Terus Menurun
Pos Kupang, Senin, 14 Oktober 2013 (Halaman 22)

Produksi padi sawah di Manggarai Barat (Mabar), termasuk di sawah lembor dari tahun ketahun terus menurun. Dari total 16.787
hektar sawah di daerah itu, produksi padinya pernah mencapai angka maksimal, yakni 90.000 ton dalam sekali musim panen.
Namun produksinya terus menurun dan sesuai data terakhir, produksinya hanya 60.000 ton.
Direktur jenderal (Dirjen) tanaman pangan pada kementrian Pertanian, Ir. Udhoro Kasih Anggoro, menyampaikan hal tersebut saat
acara panen simbolis gerakan tanam 1000 hektar di persawahan Lembor di desa Siru Kecamatan Lembor, Sabtu (12/10/2013).
“Kabupaten Manggarai Barat pernah mencapai produksi tertinggi 90.000 ton, tetapi secara pelan-pelan menurun. Data terakhir
menjadi 60.000 ton,” kata Anggoro.
3.        200 Ha Lahan Sawah di Oesao Tak di Garap
Victory News, Senin, 14 Oktober 2013 (Halaman 9)

Sebanyak 200 hektare (Ha) lahan sayur di Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang tidak di garap akibat musim
kemarau yang melanda Kabupaten Kupang. Sebagian yang di garap pun menyulitkan Petani karena harus menggunakan air sisa
dari sungai (kali) untuk menyiram tanaman mereka. Pantauan di oesao, Kecamatan Kupang timur mulai dilanda kekeringan akibat
musim kemarau sehingga sejumlah petani sayur memanfaatkan sisa air kali untuk menyiramnya.  “kata petani sayur Oesao Musa
(40).

RISK   
1.        Fernandez Tewas Tertimpa Reruntuhan Batu Galian
Victory News, Jumat, 4 Oktober 2013 (halaman 14)

Warga desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupten Sikka Maria Fernandez (65) ditemukan tewas tertimbun tumpukan batu galian
oleh anaknya Yulita Nogo di desa itu (2/10). Maria sehari-hari berprofesi sebagai penggali batu di Pantai Bajawatu, Desa Hoder.
Demikian disampaikan Camat Waigete Germanus Goleng di Maumere (3/10). Menurutnya, kabar kematian Maria mengejutkan
kelima anak korban. Pasalnya, lokasi galian itu menyimpan cerita duka karena ayah mereka juga tewas tertimbun batu pada tahun
1995. “Saat kejadian, almarhumah datang sendiri untuk menggali batu. Saat korban menggali material tiba-tiba batu runtuh dan
mengenai korban. Korban meninggal di bawah bongkahan batu; kondisi lokasi galian memang sangat beresiko karena batu yang
diambil berada pada kedalaman,” tutur Goleng.   
2.        Pulau Kukusan Terancam Abrasi
Pos Kupang, selasa 8 oktober 2013 (Halaman 22)

Pemukiman warga pulau kukusan, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat terancam abrasi.
Pengamatan Pos Kupang, Sabtu (5/10/2013), abrasi di pulau itu sudah serius dan mengkhawatirkan. Air laut sudah masuk hingga
kolong rumah warga. Jejeran tanggul yang dibuat warga secara manual tidak mampu menahan air laut yang terus “mengepung”
pemukiman penduduk.
Warga kukusan berharap agar pemerintah kabupaten (Pem-kab) Mabar segera memperhatikan kondisi itu sehingga tidak semakin
membahayakan. “Kami terpaksa hanya susun batu secara swadaya untuk menahan air laut. Kalau tidak, air laut masuk sampai ke
semua pemukiman kami. Kami minta kalau bisa pemerintah membangun tembok penahan gelombang,” kata kepala dusun Kukusan,
Lankara dan seorang warga setempat, Yusuf, kepada Pos Kupang, Sabtu (5/10/2013).

3.        Pantai Mananga Tergerus Abrasi
Pos Kupang, 9 Oktober 2013 ( Halaman 13)

Badan Penaggulangan bencana daerah Kabupaten Sumba Tengah ( SUmteng) sedang memperjuangkan alokasi dana ke
pemerintah pusat untuk merehabilitasi gerusan Pantai Mananga, di Kecamatan Mamboro, Sumteng yang terkena abrasi.
Rehabilitasi pantai Mananga dengan tujuan agar pesisir pantai tersebut tidak mudah dilanda abrasi pantai akibat hantaman
gelombang Maupun Tsunami.
Kepala pelaksana BPBD Sumba Tengah, Fredy M. Nanga, S.p di temui di ruang kerjanya, Selasa (8/10/2013),menjelaskan selain
pantai Manangapihaknya berharap ada dukungan dana pemerintah pusat untuk penangan bencana kebakaran padang, juga
bencana tanah longsor seperti yang terjadi di Tanah Daru, Kecamatan Umbu ratu Nggay. Juga untuk penangan bencana angin
putting beliung di wilayah Lenang, khususnya dan di wilayah utara Sumba Tengah Umumnya.  
4.        Warga Dilarang Kerja Kebun
Victory News, Senin, 14 Oktober 2013 (Halaman 9)

Pengungsi Rokatenda yang telah kembali pulau Palue dilarang mengerjakan kebun mereka., terutama yang berada di zona merah.
Pasalnya, sesuai rekomendasi badan Vulkanologi Bandung, kondisi Gunung Rokatenda di Palue itu belum stabil.
Demikian di sampaikan camat Palue Laurensius Regi kepada VN di Maumere, Minggu (13/10). “Saya sudah panggil para kepala
desa dan seluruh masyarakat khususnya yang bertahan di kawasan terdampak atau zona merah agar tidak kerja kebun. Sebeb
berdasarkan keterangan dari Badan Vulkanologi Bandung disutkan bahwa kondisi Gunung Rokatenda belum stabil, sekalipun
secara kasat mata mulai aman,” kata Regi.

WATER
1.        Manajemen PDAM Masa Bodoh
Victory News: Selasa, 1 Oktober 2013 (Halaman 12)

Pelayanan PDAM dalam penyediaan air bersih kepada masyarakat di kabupaten TTU, selalu menuai keluhan dan sudah menjadi
masalah klasik. Aliran air bersih kepada para pelanggan terus dipersoalan, seperti macet, debit air yang kecil bahkan pada setiap
puncak pemakaian mengalami kemacetan total. Meski kondisi ini sudah berlangsung lama, manajemen PDAM terkesan masa
bodoh. Buruknya pelayanan tersebut disebabkan lemahnya manejemen pada internal perusahaan tersebut, selain itu penempatan
pejabat yang tidak tepat, terdapat pula dua kubu pada internal manajemen PDAM yang berkompetisi memperebutkan tahta
kedaulatan perusahaan milik pemerintah daerah tersebut. Akibatnya pelayanan prima yang didambakan public harus terabaikan.
Selain itu, pembocoran pipa oleh masyarakat di beberapa titik juga member dampak buruk bagi pelayanan kepada pelanggan.
2.        Pelayanan PDAM Dikeluhkan Warga Maumere
Victory News: Sabtu, 5 Oktober 2013 (Halaman 14)

Pelayanan PDAM Kabupaten Sikka dikeluhkan warga Kota Maumere. Pasalnya, air dari jaringan PDAM jarang mengalir, namun
pembayaran rekening air tidak pernah berkurang. Yang lebih aneh, ada jaringan PDAM ke rumah pelanggan tapi tidak memiliki
meteran air. Air PDAM biasanya mengalir tiga hari sekali dengan debit sangat kecil dan hanya mengalir sekitar dua jam. Manajemen
PDAM terkesan pilih kasih karena ada beberapa rumah tetangga yang airnya selalu mengalir dengan debit air yang besar.
3.        Teliti Gunakan Air Isi Ulang
Victory News: Senin, 7 Oktober 2013 (Halaman 8)

Masyarakat Kota Kupang perlu cermat dan teliti menggunakan air isi ulang yang diproduksi oleh depot yang semakin marak di Kota
Kupang. Pasalanya, depot isi ulang air yang ada belum layak konsumsi, sebab para pengelola selama ini mengabaikan tahapan-
tahapan produksi air isi ulang. Selain menjamin kualitas dan mutu layak konsumsinya, izin dan labeling sebagai jaminan untuk
menjamin hak konsumen, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa dituntut secara hukum. Pengawasan terhadap depot air
minum harus dilakukan setiap dua bulan sekali karena data menunjukan bahwa tingkat kelayakan konsumsi air isi ulang depot air
minum diragukan.
4.        Embung Matapiau Solusi Atasi Kesulitan Air Warga
Pos Kupang: Senin, 7 Oktober 2013 (Halaman 13)

Pemerintah pusat membangun embung di Desa Matapiu, Kecamatan Wewewa Timur, kabupaten Sumba Barat Daya. Keberadaan
embung ini sebagai solusi mengatasi kesulitan air yang selama ini dikeluhkan warga Matapiau dan sekitarnya. Embung ini akan
menampung air hujan mencapai 18.000-22.000 kubik. Air dari embung ini akan didistribusi lewat pipa ke pemukiman penduduk
sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga. Embung ini juga bertujuan konservasi air tanah karena dalam jangka waktu tertentu akan
timbul mata air baru dan dimanfaatkan masyarakat, dan lagi pohon-pohon disekitar akan tubuh subur. Dengan embung tersebut
warga juga dapat memanfaatkannya untuk bercocok tanam, beternak, dan juga aktivitas ekonomi lainnya.
5.        Minum Air Tercemar Kotoran
Pos Kupang, Selasa, 8 Oktober 2013 (Halaman 22)

Warga tiga desa di Kecamatan Borong, yakni Desa Compang Ndejing, Desa Golo Kantar dan Desa Ngala Labang sampai saat ini
masih menimba Air di Kali Wae Laku. Selain jaraknya yang jauh, air di kali ini juga tercemar kotoran ternak dan sampah. Hal ini
disampaikan oleh sejumlah warga di Desa Compang Ndejing, Desa Golo Kantar dan Desa Ngala Labang, Kecamatan Borong
Kabupaten Manggarai Timur( Matim), Kepada wartawan, Minggu (6/10/2013). Wae Laku menjadi sumber air minum bagi warga di
tiga desa itu. Meski secara kasat mata air di kali itu sudah tercemar kotoran ternak dan sampah, namun warga masih menimbah
untuk memenuhi kebutuhan air minum. Sebab tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan air.
6.        Dua Bulan Air Tak Mengalir
Pos Kupang: Rabu, 9 Oktober 2013 (Halaman 22)

Kemacetan air bersih di Labuan Bajo, khususnya Wae Mata, kini sudah memasuki bulan kedua. Salah satu penyebabnya adalah
penggunaan bak air yang berada di dekat Kantor dinas PU kabupaten MABAR. Sebab pengisian bak itu mengambil air dari pipa
utama sementara penggunaan air dari bak tersebut tidak jelas. Penyebab lainnya adalah debit air di mata air yang semakin
berkurang karena musim kemarau. Hingga saat ini instansi terkait di MABAR belum mencari solusi terhadap krisis air bersih di Wae
Mata, Labuan Bajo, yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.
7.        Kota Labuan Bajo Krisis Air Bersih
Victory News, Jumat, 14 Oktober 2013 (Halaman 13)

Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dilanda krisis air bersih. Akibat kemarau, debit air di sejumlah sumber
berkurang. Bahkan di beberapa titik, air dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mabar sudah tak mengalir kerumah-
rumah penduduk sekitar 10-15 hari. Untuk menutupi kebutuhan air, warga terpaksa membeli air kotor dari mobil tangki. Pantauan
VN, Kamis, (10/10), sebuah mobil tengki yang menjual air berwarna atau tidak bersih. Air kotor itu di jual seharga Rp. 150 ribu untuk
ukuran tangki 5000 liter.  


Penerbitan NTT Research Focus adalah bagian dari pengembangan NTT Studies oleh IRGSC,
sebuah think tank yang berbasis di Kupang, NTT.

Koordinator pelaksana        : Inriyani Takesan
Penanggung Jawab             : Dominggus Elcid Li, PhD
Editor                                   : Dr. Jonatan A. Lassa
Asisten pelaksana               : Randy Banunaek, Oktaviana Djulete
Reviewer                             : Rudi Rohi, Victoria Fanggidae, Maklon Killa
NTT Research Focus 005
Food, Health, Nutrition, Risk and Water
[FHNRW Newsletter]
1-15 October Edition