Kathemak Lunch Seminar, 16 February 2013, Kupang, NTT (IRGSC Office)

Speakers: IRGSC Team
Time:       11.00-13.00
Title:        Menuju modernisasi agro-industri berkelanjutan di NTT: Ide Untuk Sopi Flobamora
         (Towards modernization of NTT Agro-industry: Ideas for NTT's liquor/arrack)
Tempat:   Kantor IRGSC, F-Square (Samping Apotik OCE FARMA Jln. Shopping Center, Kelurahan Fatululi,
           Kupang NTT (Masuk dari arah Ruku Fatululi ke arah Jalan Nangka Kupang)
Free Lunch: Jagong Katemak from Timor

Presentasi ini berdasarkan rapid assessment IRGSC tentang pentingnya membangun agro-industri
berkelanjutan di NTT khususnya sopi dan arak lokal produksi NTT.


Seminar ini dilandaskan pada Policy Brief 001,
IRGSC. Setelah semina akan diupload ke
http://www.irgsc.org/pubs/policy-brief.html)


Pentingnya arak atau sopi bagi masyarakat
NTT bersifat intim karena arak/sopi bukan
hanya memainkan fungsi simbolik budaya
semata (dimensi antropologis) tetapi juga
peran ekologis. Membangun agro-industry
sopi/arak NTT bukan hanya membangun
ekonomi kerakyatan tetapi juga secara
fundamental membangun ekologi lontar
(ecological argument) dan secara sosial
secara berkelanjutan (sustainability). Dimensi
debat dalam membangun sistim produksi
arak/sopi yang modern juga memiliki dimensi
teknologi dan karena itu terkait erat dengan
prinsip
equity mengingat proses industrialisasi
membutuhkan
start up cost yang tidak sedikit dan karena itu rentan di rebut oleh pemodal-pemodal besar.
Karena itu dibutuhkan regulasi (legislatif) yang memihaki para produsen arak/sopi NTT (Rote, Timor, Kisar,
Sikka, Manggarai, Sumba, Alor dsb.). Karena itu IRGSC akan membagikan analisis ini dalam kerangka
analisis kebijakan publik IRGSC yang bernama: EPESTELS alias Economic, Political Ecological, Sociocultural,
Technological, Legislative, Equity and Sustainability.

Apa saja yang dibahas:
•      Demitologisasi sopi sebagai penyebab konflik dan kekerasan. Tulisan2 sosiolog modern yang dangkal
menuduh sopi sebagai penyebab keributan. Fakta soal cultral drinking di luar negeri (Eropah), orang bisa
minum sopi tanpa harus berkelahi. Sebagian cerita kekerasan anak muda terkait sopi lebih banyak mitos
dan persepsi yg keliru ketimbang fakta. Ketidak mampuan dalam resolusi konflik yang seharusnya
diajarkan sejak anak usia dini kemudian sopi dijadikan kambing hitam oleh para 'ahli sosial'.
•      Fakta sejarah: Sopi sebagai alat perdamaian dan simbol perdamaian. Dalam On the Ethnology of
Timor-Laut yang dipublikasikan di Journal of the Anthropological Institute of Great Britain and Ireland,
tahun 1882 atau tepatnya 31 tahun lalu, si etnolog H. O. Forbes menemukan praktek produksi dan
konsumsi sopi yang lazim. Dilukiskan dengan indah bahwa "bidan yang membantu melahirkan tiap anak
akan mendapatkan sebuah piring, yang diletakan dalam kulit kura-kura bersama sepuluh daun sirih dan 20
pinang dan satu sarung. Sedangkan orang yang memandikan seorang anak kana mendapatkan sebotol
sopi (yang terbuat dari pohon
tuak)." Lihat Forbes 1884 hal 12.
•      Fakta sejarah: TUlisan yang lebih tua (1792) dari William Blight dalam buku A Voyage to the South
Sea, menunjukan bahwa Orang Timor sudah minum ketiak mereka tiba. Pada tahun itu, era revolusi
industry baru dimulai di mana modernisasi agro-industry mengalami titik balik yang serius.

Paper IRGSC ini juga membahas tentang:
•      Food safety dalam konteks sopi (kontrol alkohol, comsumer protection dsb).
•      Pungli Sopi oleh Aparat harus di stop (soal dualisme regulasi - sopi sebagai sumber retribusi (TTU)
tetapi sekaligus dianggap sebagai minuman haram oleh Polisi (minuman import orang-orang kaya
dilindungi, minuman sopi yg sangat kultural di basmi).
•      Economy keluarga berbasis agro-industry sopi.
•      Sopi sebagai social and cultural drinking practice: Pemda NTT perlu membangun Museum Sopi
•      The culture of Sopi
•      Arti Sopi dari sisi kebijakan publik - pencintaan lapangan kerja; peralihan dari sektor informal menjadi
formal
•      Packaging (botol) dan rantai bisnis yang baik.
•      Menuju sopi/arak NTT modern


Paper dibagikan gratis - kopian terbatas.

Ayo, jangan ketinggalan ya kamu2 yg peduli agro-industry di NTT.

Salam,

Team IRGSC

Kontak:
Randy: 085253446262
Yopi: 085239825696