Pendidikan Tinggi dan Modernisasi di Kutai Barat

Oleh: Dr. Supia Yuliana* Politeknik Sendawar didirikan untuk mencapai keadilan sosial bahwa siapa pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan bertujuan untuk mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Arti penting Politeknik Sendawar selain untuk mengisi kesenjangan pendidikan tinggi, juga sebagai institusi ujung tombak dalam melakukan modernisasi di Kutai Barat. Hal ini

Selected Published Opinions [2012 – 2017]

Metamorfosis Perbudakan di Indonesia [2 of 2] Pos Kupang 16 Jan 2017] Metamorfosis Perbudakan di Indonesia [1 of 2] [Pos Kupang 14 Jan 2017] Sosialisasi pemilu bagi penyandang disabilitas [Victory News 12 Jan 2017] Salib dan kesalehan sosial [Pos Kupang 23 Feb 2016] Perdagangan orang bukan sekedar masalah administrasi [Pos Kupang 1 Maret 2016] Mengapa Kebakaran

Sopi dan Sopia di Persimpangan Jalan

Rudi Rohi [Dosen Politik di Fisip Undana – Peneliti IRGSC] Sopi asli disingkat sopia merupakan ide cemerlang Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, menyelesaikan masalah perniagaan minuman keras tradisional ilegal – sopi – dengan sederet implikasinya. Sopia adalah jawaban atas persoalan yang lama dibiarkan mewajah di provinsi berbunga flamboyan ini. Penting mengapresiasi ide tersebut dengan pemikiran

Krisis Identitas Kependudukan, Krisis Infrastruktur Warga Negara

Oleh: Dominggus Elcid Li* Salah satu elemen dasar infrastruktur warga negara adalah identitas kependudukan. Tanpa identitas kependudukan maka warga negara Indonesia terancam berada dalam posisi stateless, atau tidak bernegara. Berdasarkan data tahun 2016 sebanyak 75% dari 53 juta anak Indonesia belum tercatat dan tidak memiliki akta kelahiran. Dalam riset IRGSC tahun 2018 di salah satu

Aku Lageee Piknik!

Oleh: Elcid Li*   Di LP Sukamiskin yang tidak miskin para koruptor sedang piknik tertutup. Penjara yang dulu pernah dihuni oleh Bung Karno, kini juga di-isi para koruptor. Bedanya di tahun 1931 ketika ditahan di Sukamiskin rambut Bung Karno dicukur hampir gundul alias ‘di-milimeter’, dan memakai baju tahanan. Sekarang LP Class 1 Sukamiskin yang menampung

Diana Aman dan Sakitnya Sistem Peradilan Perdagangan Orang di NTT

  Oleh: Elcid Li PhD* dan Pdt.Emmy Sahertian**   Hingga minggu ketiga Agustus 2018 sudah lebih dari 70 warga NTT yang pulang dalam peti mati. Biasanya, daripada mengusut kematian para pekerja, aparat negara cenderung untuk  menyebutnya sebagai kematian para TKI Ilegal. Ilegal dimaknai sebagai para pelanggar hukum, tak berdokumen, atau berdokumen asli tapi palsu (aspal).

Sakitnya BPJS Kesehatan dan Derita Pasien Kanker

Oleh. Rio Watuwaya*   Belum lama ini BPJS Kesehatan telah menghapus daftar penggunaan obat bernama Herceptin atau Trastuzumab. Tepatnya pada tanggal 1 April 2018 oleh BPJS Kesehatan bagi pasien kanker peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), telah menimbulkan tanda tanya dan kegelisahan bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia seperti di

Casuarina Equasetifolia Tempatmu Bukan Di Sini

Oleh: Dominggus Elcid Li Setelah beberapa hari keluar kota, dan kembali ke Kota Kupang, saya kaget sendiri setelah melintas jembatan Liliba, puluhan Kasuari yang biasa mengitari ‘Bundaran PU’ sudah tidak lagi berdiri dengan ‘konde-konde’ mereka. Mereka menunggu mati, sambil berbaring di batu karang. Orang Atoni memanggil Kasuari dengan nama ‘Ayo’ atau ‘Ajao’. Sedangkan oleh orang

Migrant Workers and Their Vulnerability to Human Trafficking: Understanding the Root Causes

Reported by Dr. Elcid Li Institute Research of Governance and Social Change (IRGSC) sebagai mitra dari Wahana Visi Indonesia (WVI) melaksanakan survei Buruh Migran dan Antisipasi Terhadap Kerentanan Perdagangan Orang di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 9-26 Mei 2018 di enam desa yang melingkupi tiga kecamatan di Kabupaten TTS

Jebakan Politik Mamalia dan Pilkada NTT

Jonatan A. Lassa*   NTT krisis kepemimpinan publik! Begitu banyak pejabat, begitu sedikit pemimpin. Energi kita habis membahas ritus-ritus politik berbiaya mahal. Kepejabatan dianggap lebih penting dari kepemimpinan. Beberapa intelektual Republik maupun NTT bertanya: mengapa skala ekonomi Pilkada NTT yang menyentuh Rp. 0.5 triliun (Rp. 500an milyar) hanya sekedar menghasilkan pejabat publik tanpa kepemimpinan publik

Kasim Fallo, Mama Manek, dan Mereka yang tak Pernah Kembali

Oleh: Elcid Li* ‘Coba pergi ke belakang kantor, orang tua itu bisa tutur!’ kata Ma Orta, perempuan dengan gagang kacamata yang patah memberi saran. Siang itu kami bertamu dan bertemu dengan lelaki berperawakan pendek. Istrinya yang berambut tipis menggunakan penutup kepala datang membawa empat kursi plastik. Bapak yang kadang diminta oleh Mama Kalake menebang pohon

Pemilihan Gubernur NTT 2018 dan Politik Media Massa Lokal

IRGSC Brief #19, 2018 Oleh Peringatan Zendrato* Kontestasi politik pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur (selanjutnya disingkat Pilgub NTT) untuk periode 2018-2023 diikuti empat pasangan calon (selanjutnya disingkat: paslon) yakni: Paslon Benny K. Harman bersama Benny Litelnoni (Paket Harmoni), Paslon Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Josef Nae Soi (Paket Victory-Joss), Paslon Esthon Foenay bersama Christian Rotok (Paket Esthon-Christ), dan

Adelina, Yufrinda, Rista, Mariana?

Serial Catatan Dominggus Elcid Li #2/2018 Nama-nama perempuan ini adalah nama perempuan yang dibiarkan mati. Mereka bukanlah segelintir. Mereka adalah bagian dari rombongan. Mereka adalah yang beruntung untuk disebut dan kematiannya dibakar lilin. Yang lain tenggelam dan hilang begitu saja, dan kematiannya hanya menjadi milik keluarga mereka. Sebagian bahkan nyaris tak ada kabar, kuburan pun

Politik Dalam Selimut

Dominggus Elcid Li Orang miskin dilarang ribut. Kalau ribut berarti bukan orang miskin. Demokrasi hanya untuk orang kaya, dan punya duit. Sambil tersenyum lebar anggota KPU NTT membagikan no Pilkada kepada para peserta. Ibarat para pelari karung yang siap berlomba masing-masing peserta pasang kuda-kuda. Di depan kamera semua harus gagah dan bahagia. Kalau tidak yakin,

OTT, Efek Jera dan Optimism Bias

Meresponi berbagai operasi tangkap tangan (OTT) termasuk ditangkapnya MS, salah satu kandidat kontestan yang akan bertarung dalam Pilkada Gubernur NTT tahun ini, rekan Luky Djani mengomentari di Facebooknya soal OTT dengan plesetan “Oknum Tidak Takut?” Luky berpendapat sebagai berikut “Kekhawatiran saya nampaknya menjadi kenyataan. Dalam setahun terakhir OTT telah memakan korban puluhan orang. TAPI efek