ACSJ 2019 membahas Bonus Demografi dan Peluang Ekonomi Kreatif di Indonesia

[KUPANG, 6/12/2019 – Maria Goreti Ana Kaka] “Yang membedakan ekonomi kreatif dan usaha biasa adalah ekonomi kreatif memiliki proses branding dan karya yang minimalis tetapi berkualitas. Ada juga kolaborasi nilai digitalisasi dan ada Hak Kekayaan Intelektualnya.”, ungkap Dr. Mohammad Amin, M.Sn., MA., dalam diskusi utama ACSJ 2019 di Ruang Cenda, Neo Hotel Kupang, Kamis (05/12).Perwakilan

Selected Media Coverage

Inilah Hasil Kajian IRGSC Mengenai Kasus Perdagangan Orang di Kabupaten Timor Tengah Selatan 2018 [Pos Kupang] NTT Expo 2017 – Maumere TV Bakal Semarak Pameran Pembangunan Saat HUT NTT Kesehatan dan Keselamatan Buruh Migran NTT di Kalteng Belum Dijamin Penuh Diskusi dan Bedah Buku: Tiga Intelektual NTT Bicara Demokrasi dan Toleransi IRGSC gelar diskusi kemiskinan [Pos Kupang 03012017]

Call for Applications – Nusantara School of Difference 2019

Understanding Minority and Majority Relations: Lessons from Indonesian Archipelago July 27-August 10, 2019West Java and East Nusa Tenggara Province, Indonesia. As an archipelago, Indonesia has long struggled both to defend its unity as well as to advance its founding principle of “Bhineka Tunggal Ika” (Unity in Diversity), which is represented on the Garuda Pancasila (national emblem) and articulated in the Pancasila (Five Principles).