Pendidikan Tinggi dan Modernisasi di Kutai Barat

Oleh: Dr. Supia Yuliana*

Politeknik Sendawar didirikan untuk mencapai keadilan sosial bahwa siapa pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan bertujuan untuk mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Arti penting Politeknik Sendawar selain untuk mengisi kesenjangan pendidikan tinggi, juga sebagai institusi ujung tombak dalam melakukan modernisasi di Kutai Barat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kutai Barat, terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Tulisan ini sendiri merupakan tanggapan terhadap Berita Koran Kaltim (3/7/2019) yang bertajuk “Politeknik Sendawar di Ujung Tanduk”. Sebagai pengajar di sana, saya mengakui memang Politeknik Sendawar sedang ada dalam “posisi berjuang”. Namun,  menyajikan kesimpulan khas media yang sarat sensasi dengan menyatakan ‘terancam tutup’ merupakan kesimpulan yang prematur, bahkan bisa dikatakan tidak bertanggungjawab.

Akibat dari berita ini adalah kepanikan para orangtua maupun mahasiswa. Kami berharap ada mekanisme cover both sides yang lebih empatik, yang menjelaskan mengapa meskipun gaji dosen selama 16 bulan belum dibayar tetapi para dosen tetap bertahan. Mengapa cita-cita sekian tahun tidak dibahas, dan malah seolah mendorong orang untuk pesimis?

Pendidikan Tinggi di Kubar

Secara umum, mutu keluaran PTS tidak saja bertumpu pada penyelenggaraan pendidikan pada bidang akademik, tetapi juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dan pengelolaan keuangan baik. Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, perlu adanya pengelolaan secara menyeluruh dan profesional terhadap sumber daya yang ada dalam perguruan tinggi. Salah satu sumber daya yang perlu dikelola dengan baik dalam perguruan tinggi adalah sumber daya keuangan.

Faktanya, tantangan utama yang dihadapi oleh Politeknik Sendawar saat ini adalah terbatasnya sumber penerimaaan yang dapat menjadi daya sokong peningkatan mutu. Dalam rencana penerimaan, sumber keuangan Politeknik Sendawar terdiri dari pembayaran mahasiswa, YPSS, pemerintah, usaha dan kegiatan Politeknik Sendawar, dan dana masyarakat.

Dalam tiga tahun terakhir, realisasi penerimaan Politeknik Sendawar 65.8 persen berasal dari pembayaran mahasiswa, 22.7 persen berupa hibah dari pemerintah, 0.9 persen berupa sumbangan dari masyarakat, 0.4 persen bersumber dari kegiatan dan usaha Politeknik Sendawar antara lain dari kursus Bahasa Inggris dan TOEFL, 0.3 persen berasal dari pinjaman pada pihak luar.

Sedangkan YPSS sebagai yayasan penyelenggara tidak berkontribusi dalam realisasi penerimaan Politeknik Sendawar. Dalam komposisi penerimaan yang demikian, jumlah realisasi penerimaan dana yang ada belum cukup memadai untuk membiayai seluruh kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Sendawar.

Sebagai dampak dari kondisi ini, efisiensi eksternal Politeknik Sendawar dalam tiga tahun terakhir masih belum tercapai. Keuangan Politeknik Sendawar yang defisit dimaknai sebagai penerimaan dana dari sumber pendapatan Politeknik Sendawar dalam satu periode masih lebih kecil dari biaya penyelenggaraan pendidikan dalam periode yang sama. Pada akhir tahun 2018, tercatat utang Politeknik Sendawar sebesar Rp 1,179,076,300, antara lain merupakan biaya gaji perangkat akademik dan dosen yang belum terbayarkan. Selain itu, realisasi penggunaan dana Politeknik Sendawar paling besar digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan (57.7%), sedangkan biaya penelitian (0%) dan biaya pengabdian kepada masyarakat (0.06%) masih sangat minim. Hal ini menunjukkan bahwa Politeknik Sendawar masih berkonsentrasi dalam penyelesaian biaya rutin dan operasional (ini pun masih kurang), belum pada pengembangan dan penguatan manajemen kelembagaan.

Meskipun sumber pendapatan utama Politeknik Sendawar bertumpu pada mahasiswa, namun biaya pendidikan di Politeknik Sendawar masih relatif murah. Kebijakan terkait besaran SPP ini dilakukan untuk mewujudkan cita-cita mulia pendirian Politeknik Sendawar dan bergerak mendekat mewujudkan visi dan misi Kubar dalam sektor pendidikan. SPP yang masih relatif murah saja mahasiswa masih banyak sekali menunggak karena tidak mampu membayar.

Mengapa Investasi Pendidikan Tinggi di Kubar Diperlukan?

Jika dilihat dengan saksama, posisi ambivalen atau mendua, yang sedang terjadi seharusnya bisa dimengerti bahwa situasi ini merupakan konsekuensi dari perjuangan. Ada mimpi tentang hadirnya pendidikan tinggi yang berkualitas, dan di saat yang sama terjadi defisit anggaran. Jika hanya berpaku pada prinsip ekonomi, tentu politeknik ini sudah macet lama. Tetapi ada yang namanya pengorbanan, yang melampaui kerangka cost benefit analysis.

Saat ini, mahasiswa aktif dari tiga jurusan sejumlah 85 orang yang mayoritas berasal dari keluarga tidak mampu. Berdasarkan data Statistik Daerah Kutai Barat (2018) mencatat jumlah penduduk miskin di Kutai Barat tahun 2017 sekitar 12.65 ribu jiwa dari total 146.998 jiwa penduduk. Jumlah ini cenderung tidak mengalami perubahan dengan jumlah penduduk miskin di tahun 2016. Namun demikian persentase penduduk miskin mengalami peningkatan yakni dari 8.65 persen di tahun 2016 menjadi 8.72 persen pada tahun 2017.

Padahal pendidikan yang baik merupakan bekal setiap orang untuk memiliki pilihan dalam mendapatkan pekerjaan, sehingga menjadi produktif dan dapat meningkatkan pendapatannya. Pendidikan memiliki kemampuan untuk memutus mata rantai kemiskinan, menghilangkan eksklusi sosial, meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Data yang disajikan Kutai Barat Dalam Angka 2018 menunjukkan bahwa dari 5029 orang jumlah pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kutai Barat, hanya 296 orang yang lulus Diploma I/II/III dan 396 orang lulus universitas, selebihnya merupakan lulusan SMA sederajat ke bawah. Dapat dibayangkan, para pencari kerja yang hampir sebagian besar merupakan putra-putri daerah Kubar tersebut 86.24 persennya hanya bermodalkan (paling tinggi) ijasah SMA sederajat.

Daya saing dengan pencari kerja dari luar daerah untuk menempati posisi-posisi strategis pada sektor pemerintah maupun swasta masih lemah, kita sudah kalah dalam kualitas, kalaupun ada yang berkualitas kita kalah dalam jumlah. Untuk menjadi tuan di tanah sendiri, masih jauh panggang dari api.

Ini mengisyaratkan bahwa pemerintah Kubar harus berfokus pada pembentukan modal manusia, khususnya pada pendidikan tinggi sebagai investasi daerah jangka panjang. Akumulasi modal manusia akan diikuti dengan ketersediaan SDM yang unggul secara signifikan dalam angkatan kerja Kubar, pada gilirannya akan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Kubar. Selain itu, Politeknik Sendawar perlu dipandang sebagai aset kabupaten untuk menggeser paradigma ekonomi masyarakat bahwa aset daerah tidak selalu berupa SDA, namun dari sektor pendidikan –perguruan tinggi– jika dikelola dengan sungguh-sungguh keberadaannya dapat memberi manfaat ekonomi secara langsung dan tidak langsung bagi daerah.

Siap menjadi Mitra Pemerintah

Politeknik Sendawar sangat siap untuk dapat berfungsi melayani kebutuhan masyarakat Kubar menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan visi dan misinya pada sektor pendidikan. Dalam kunjungan Kepala LLDIKTI Wilayah XI Prof. Idiannor Mahyudin ke Politeknik Sendawar yang lalu (23/10/2018), ia menyebut bahwa Politeknik Sendawar merupakan PTS di ujung pulau Kalimantan yang memiliki potensi berkembang dengan cepat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia daerah. Komitmen Politeknik Sendawar terhadap pembentukan SDM unggul di Kubar sangat tinggi yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pendidikan Politeknik Sendawar yang sesuai dengan PP No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Pertama, Politeknik Sendawar merupakan satu dari 170 (seratus tujuh puluh) PTS binaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, didirikan dengan Ijin MENDIKNAS No: 117/D/O/2005. Seluruh jurusan di Politeknik Sendawar telah terakreditasi, terhitung sejak Mei 2017 hingga Mei 2022. Jurusan Administrasi Bisnis terakreditasi B, sedangkan Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Mesin Otomotif beroleh akreditasi C. Saat ini, Politeknik Sendawar telah menandatangani MoU dengan Universitas Mulawarman Samarinda sebagai PTS asuhan yang memberikan pendampingan untuk proses akreditasi selanjutnya.

Kedua, Politeknik Sendawar berkedudukan pada alamat yang sesuai berdasarkan ijin pendiriannya. Artinya, penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan sesuai dengan tempat domisili PT, bukan kelas jarak jauh.

Ketiga, proses belajar mengajar diselenggarakan secara terstruktur dan teratur, baik pada kelas pagi maupun kelas sore.

Keempat, perbandingan tenaga didik (dosen) dan mahasiswa sesuai dengan ketentuan yaitu 1:45 untuk Jurusan Administrasi Bisnis dan 1:30 untuk Jurusan Sipil dan Teknik Mesin Otomotif.

Kelima, secara rutin dan tepat waktu Politeknik Sendawar memberikan laporan pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). PDPT merupakan sebuah sistem yang dikembangkan Dirjen Dikti yang memuat tentang informasi perkembangan unsur akademik perguruan tinggi meliputi perguruan tinggi, program studi, jumlah dosen, pendidikan dan kepangkatan dosen, jumlah mahasiswa dalam setiap semester, termasuk pelaporan nilai mahasiswa. Keenam, ijasah yang dikeluarkan Politeknik Sendawar adalah ijasah sah dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan dapat diverifikasi pada Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (Sivil). Semua alumni Politeknik Sendawar memiliki riwayat proses pendidikan dan telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, hal ini dapat ditelusuri secara daring di PDPT.

Dengan demikian, Politeknik Sendawar tidak dalam kondisi menerima sanksi dan/atau terancam tutup dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). Tidak ada alasan bagi pemerintah dan masyarakat Kubar untuk meragukan komitmen Politeknik Sendawar dalam penyelenggaraan pendidikan. Politeknik Sendawar telah berkontribusi setiap tahunnya pada angkatan kerja Kubar dengan ijasah Ahli Madya.

Kenyataan bahwa Politeknik Sendawar sedang menghadapi kendala keuangan di satu sisi, namun pengelolaan akademis berjalan dengan baik di sisi lain merupakan paradoks yang harus disorot sebagai kekuatan untuk melakukan gerakan bersama-sama menuju perubahan. Komitmen, kerja keras, pengabdian dan pengorbanan civitas akademika Politeknik Sendawar belum cukup untuk berkontribrusi signifikan dari sisi kualitas dan kuantitas dalam membentuk manusia-manusia terampil dan produktif. Politeknik Sendawar tidak dapat berkerja sendiri. Politeknik Sendawar membuka diri untuk menerima masukan dalam upaya-upaya perbaikan dan pengembangan perguruan tinggi yang melibatkan masyarakat. Upaya ini telah dimulai dalam audiensi Politeknik Sendawar dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (2/7/2019). Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, Politeknik Sendawar menunggu langkah-langkah konkrit pemerintah dalam mendukung dan mendorong Politeknik Sendawar mengelola penyelenggaraan pendidikan yang semakin baik. Dengan realisasi pendapatan pemerintah Kubar tahun 2017 sebesar 1.674, 56 miliar rupiah dan rencana pendapatan daerah Kubar 2019 yang ditargetkan Rp 2,09 triliun sangat memungkinkan bagi pemerintah untuk mendukung Politeknik Sendawar keluar dari tantangan internal dan menjadi PTS yang dapat bersaing dengan PT yang lain tidak saja dalam skala daerah tapi juga skala nasional dalam mewujudkan peningkatan angkatan kerja yang memiliki keunggulan kompetitif.

*Penulis adalah Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Sendawar dan Peneliti Senior IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change)

Share This Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *