Nominasi Calon Penerima 2013 dibuka hingga 24
November 2013. Mulai tahun 2012, kategori
penghargaan dibuat berbeda dari tahun-tahun
sebelum terutama dalam hal kriteria dan kualitas
pemenang.

Proses Nominasi NTT Academia Award 2013.

Para nominator berasal dari setiap kalangan yang
berkontribusi bagi akselerasi pembangunan NTT. Untuk
proses nominasi, siapa saja, baik perorangan maupun
kelompok, berhak memberikan calon-calon yang
memenuhi kriteria berdasarkan kategori yang disiapkan
dengan menyertakan profil dari para nominator dimaksud.

Kriteria Penilaian:

Relevansinya bagi permasalahan dan pembangunan NTT,
daya cipta dan inovasi, tingkat representasi dan
pencitraan NTT, tingkat prestasi, visi penerima, serta
inspiras dan karya yang didapat.

Persyaratan Nominee:

· Mengisi formulir Formulir  Nominasi NTT Academia
Award 2013:
http://ntt-academia.org/NTTAward/Profilnominee.doc
· Memasukan CV (direkomendasikan dari dinas/instansi/
orang terkait).

Formulir dan CV dikirim via email:
editor@ntt-academia.org via pos: IRGSC, Jl. Walter
Monginsidi II No. 2, Walikota Kupang, 85227.

Pembukaan pendaftaran nominator:  23 Oktober 2013
Penutupan pendaftaran nominator: 24 November 2013
Proses validasi nominator: 25 November - 05 Desember
2013
Pengumuman pemenang AA 2013: 28 Januari 2014

Penyerahan AA 2013: 1 Februari 2014, Jam 5 Sore

Tempat Penyelenggaraan: Kompleks F-Square,
Jl.Shopping Center

Publikasi:

Dipublikasikan melalui Socal Media, Radio Lokal, dan
Koran Lokal.

4 Kategori NTT Academia Award 2013 adalah:

Pencapaian Seumur Hidup (Lifetime
Achievement):
Kriteria utama adalah sumbangsih bagi perkembangan
NTT dalam sepanjang hidup si calon NTT Academia
Award yang dinominasikan. Sumbangsih ini bisa sebuah
kontribusi yang konsisten dan berharga dari sisi
leadership, pengetahuan, inovasi semasa memimpin, dan
sebuah sosok yang telah menyatukan NTT. Sebuah
pribadi yang unggul dan menjadi
inspirasi bagi generasi masa depan NTT. Seorang
pahlawan bagi NTT.

Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneur):
Kategori ini kita berikan pada 1 calon yang secara scoring
paling tinggi dalam hal: a.      Orisinalitas ide, perubahan
sosial yang dilakukan ditingkat komunitas, dan skala
pengaruh secara geografis; b.      Konsistensi dalam
menjadi sosial entrepreuner dan terpanggil tanpa pamrih
menjadi pelaku perubahan (agent of change) yang
konsisten melakukan advokasi dan bertujuan untuk
perubahan kualitas hidup masyarakat. c.      Memiliki
karakter kepimpimpinan formal/informal yang mampu
memberikan insiprasi bagi generasi muda saat ini.
Penerima award harus berpotensi, terlibat secara
langsung, inovasi sosialnya dapat direplikasikan, dan aksi
yang dilakukan potensi manfaatnya tinggi.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Science
and Engineering)
:

Kriteria utama adalah ilmuan NTT (entah yang berbasis
di NTT - kita berikan nilai lebih bagi mereka yang tinggal
dan hidup bagi NTT di NTT) dan konsisten pada bidang
kajian tertentu yang dibuktikan dengan daftar publikasi
dan validasi publikasi di journal akademik nasional dan
internasional. Bisa juga berbentuk paten (untuk
Engineering). Baik karya akademik dan sains/engineering
harus dibuktikan dengan daftar publikasi dan dapat di
validasi. Quantitas publikasi, kualitas spt level of
publication (journal kelas atas di bidangnya), tingkat
citasi dsb. Dan bidang karjakan itu berpotensi bermanfaat
bagi orang banyak di NTT [kita belum bicara policy
change di sini karena selalu ada jarak antara praktek dan
scientific achievement maupun kriteria soal potensi
penerapan bagi pembangunan.

Sastra dan Humaniora:
Pencapaian di bidang ini didedikasikan bagi mereka yang
tinggal di NTT maupun mereka asal NTT yang tinggal di
luar NTT tetapi berkarya sastra tentang NTT maupun
lainnya dan mampu berkarya secara konsisten di bidang
kesastraan dan humaniora. Calon pemenang memiliki
reputasi karya yang mumpuni di bidang ini dengan
bukti-2 klaim media dan daftar karya sastra yang jelas
serta dapat dipertanggung jawabkan.

Dewan Juri: Panitia menunjuk 5 orang juri yang bertugas
mengumpulkan dan menguji validasi data dan informasi
mengenai para calon pemenang. Para juri adalah:

·        Romo Leo Mali, M.Lic, Pr (UNWIRA)
·        Frangky Budi Salean (Rektor UKAW)
·        Dr. Merry Kolimon (UKAW)
·        Jonatan Lassa (Rektor IRGSC)
·        Ermie Ndoen, Ph.D (FAN)
NTT Academia Award
2007-2013 NTT Scientific Priz
Copyright © 2007-2012 IITS Publications. All rights reserved
Sumbangan NTT Academia Award 2013 di Buka. Berikut
adalah rekening untuk sumbangan NTT Academia Award
2013:

BCA Cabang Kupang
Benef: Ha'i Raga Lawa/Syalomi Natalia MA
No account: 3140483612
Swift Code: CENAIDJA

BNI Cabang Kupang: Dominggus Elcid Li Bank BNI
Kantor Cabang Kupang No.Rekening 0268594237
Itja Frans (Pdt. Ishak Nicolas Frans)  - Lifetime Achievement – NTT Academia Award 2013.

Hidup bersama masyarakat dan mengembangkan pertanian sudah dilakukan oleh Pdt. Ishak Nicolas Frans, yang biasa dipanggil Itja Frans,
saat ia menjadi Pendeta GMIT di Kefamenanu, TTU (tahun 1961-1965) usai menamatkan pendidikannya di Sekolah Teologi  di
Makasar. Menurutnya Pendeta itu jabatan yang terlalu cepat mendapatkan kehormatan, jadi seharusnya siapa pun yang menjadi pendeta
harus bertanya dengan lebih sungguh-sungguh apa yang bisa dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ini membuat ia tak hanya
mewartakan dari mimbar, tetapi aktif membuka lahan pertanian baru bersama warga.

Karena inovasinya memadukan antara pewartaan dan pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat, ia pun dipercayakan GMIT sebagai
Kepala Pusat Pelatihan Kader Kemakmuran, sebagai ujung tombak penguatan ekonomi jemaat dalam kurun waktu 1967-1984. Sejak
1985, Itca Frans kemudian menjabat Direktur Yayayasan Alfa Omega (YAO) hingga tahun 2003. YAO menjadi simbol generasi pertama
dalam pembangunan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di daratan Timor. Atas jasanya tersebut, beliau dinobatkan sebagai Anggota
Seumur Hidup “ASHOKA, Innovators For The Public” [Fellowship Social Entrepreneurs yang bergengsi] di tahun 1995.

Itja Frans merupakan guru bagi banyak orang. Sekian aktivis yang aktif di LSM maupun di partai politik yang terkait dengan kebijakan
publik di NTT saat ini tak sedikit yang pernah menjadi bagian dari komunitas yang dipimpinnya.  Lahir beberapa tahun menjelang Perang
Dunia Kedua membuat pendeta Ishak Nicolas Frans atau yang lebih dikenal dengan nama Itja Frans memiliki pandangan lain tentang
hidup maupun pelayanan. Ia lahir dari keluarga pendeta, dan ia adalah anak laki-laki pertama dalam keluarga yang sejak kecil diharapkan
menjadi ‘pendeta’. Ia bercerita ketika orang-orang yang berbeda berlindung bersama di rumahnya saat perang, entah ada makan atau tidak.  
‘Saya takut kecenderungan generasi saat ini hanya tertarik dengan dunia materialistik dan kekuasaan, mudah-mudahan masih ada generasi
yang berasal dari gereja yang kuat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat’, katanya berharap.

Salah satu keprihatinannya saat ini adalah persoalan toleransi antar umat beragama. Ia mengingat Natal yang diselenggarakan oleh dua
komunitas berbeda, dari para Frater dan mahasiswa/i teologi, di YAO pernah dibikin begitu indah. Kini ia merasakan toleransi itu
memudar. Saat perang perbedaan itu tidak muncul, semua bisa bekerjasama.


Ir. I Gusti Ngurah Djelantik, M.Sc., PhD : Pemenang NTT Academia Award 2013, Kategori Science and Engineering.

Ir. I Gusti Ngurah Jelantik. M.Sc., Ph.D  berkarya di sektor peternakan dalam 23 tahun terakhir, bermula dari karir Pengajar Nutrisi dan
Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.  Beliau adalah alumnus S1 Produksi Ternak Undana tahun
1990. Beliau mendapatkan MSc dan PhD-nya dari The Royal Veterinary and Agricultural University, Copenhagen, Denmark masing-
masing di tahun 1996 dan 2001. PhD thesisnya berjudul "Improving Bali cattle (Bibos banteng Wagner) production through protein
supplementation."

Dr Jelantik dipilih sebagai Pemenang NTT Academia Award 2013 Kategori Science karena kiprah beliau yang berimbang dalam
memproduksi pengetahuan terkait produksi ternak. Bersama teamnya di Undana, Dr. Jelantik aktif dalam publikasi peer reviewed
internasional seperti Animal Production, Journal of Animal Production in Australia dan Australian Journal of Experimental Agriculture.
Beliau juga aktif dalam publikasi di jurnal-jurnal akademik dalam negeri serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dalam
dan luar negeri.

Bersama rekan-rekannya di Undana, Dr Jelantik aktif dalam pengabdian masyarakat baik di Kota Kupang, TTU, Belu dan Rote Ndao.
Sekembalinya dari PhD, sejak tahun 2002 Dr Jelantik aktif dalam penelitian-penelitian Menristek (2002) dan Hibah Bersaing Dikti
(contoh: 2003, 2004, 2005); Hibah Strategis Nasional (2009). Visi tentang propinsi sapi adalah visi politik ekonomi. Tetapi kebijakan dan
pengetahuan dasar berbasis science tersedia di Undana terutama berasal Dr. Jelantik dan rekan-rekannya.


Baco Gaebo – Pemenang NTT Academia Award 2013, Kategori Social and Policy Entrepreneur

Anak-anak Orang Bajo dikenal sebagai orang laut. Terobosan Baco di bidang Posyandu dan kini PAUD holistik integratif kini meletakkan
kedua elemen ini sebagai elemen pembuka untuk kerja komunitas lain.  Di tempat yang sama kini tak hanya Posyandu dan PAUD tetapi
sekian kegiatan lain seperti bina remaja, bina warga lanjut usia, arisan, dan usaha bersama kini ditingkatkan. Dengan membuat minyak
kelapa mingguan kerja sosial mampu mereka laksanakan. Setiap Hari Sabtu Baco dan kelompoknya membuat minyak kelapa yang dipakai
untuk membiayai aktivitas mereka. Salah satu kekuatan mereka dalam bekerja dalam komunitas adalah transparansi anggaran. Buku
anggaran yang memuat biaya operasional  sehari-hari terbuka untuk dibaca siapa pun.

Baco Gaebo terpilih karena konsistensi selama 30 tahun dalam pengembangan anak usia dini di Sikka yang bertransformasi dari Posyandu
menjadi Posyandu Mandiri dan PAUD Mandiri. Walau tidak dikenal publik NTT, Baco Gaebo mampu mengantarkan Pos PAUD Sayang
Anak sebagai Posyandu Mandiri sebagai juara NTT dan Juara Kabupaten Sikka tahun 2012.  


Mezra E.Pellondou - Pemenang NTT Academia Award 2013, Kategori Sastra dan Humaniora

Mezra Pellondou adalah alumnus FKIP Bahasa Indonesia Universitas Nusa Cendana/Undana  1994. Sebagai sastrawati NTT, Mezra
tetap aktif dalam pengembangan komunitas sastra khususnya dalam dunia pendidikan dan pengembangan sastra ditingkat anak-anak.
Walaupun harus mengasuh tiga putra/putrinya, Guru pada SMA Negeri 1 (Sejak 1999) Kupang ini tetap produktif, berambisi serta
terpanggil dalam memajukan pendidikan sastra di NTT.

Karya novel yang diterbitkan adalah Loge (2007), Nama  Saya Tawwe Kabotta (2008) dan Perempuan Dari Lembah Mutis (2012)- Lihat
http://catalogue.nla.gov.au/Record/6160051]. Di tahun 2011, Mezra meraih predikat Juara Pertama Guru  SMA Berprestasi Tingkat Kota
Kupang  dan sekaligus menghantarnya menjadi Juara Pertama Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi NTT di tahun yang sama.
Setahun kemudian, Mezra mendapatkan penghargaan Pemenang Pertama Nasional  Penghargaan Sastra untuk Pendidik (2012) dari Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional RI atas konsistensi berkarya pada bidang sastra.

Tim Juri 2013 tentu tidak dalam posisi menilai karya sastra dalam bentuk kritik sastra yang memadai. Kami juga tidak 'merampas' hak
para sastrawan dalam menilai karya sastra Mezra. Dalam pertimbangan kami, dalam dunia sastra yang sangat maskulin dan bias laki-laki,
Mezra mampu hadir karena determinasi individu dan perempuan yang kuat. Di Kupang, Mezra dilahirkan 21 Oktober 1969 silam, Mezra
merupakan sedikit dari sastrawati yang konsisten dalam pengembangan komunitas sastra 'berbasis sekolah'. Pemimpin redaksi majalah
bahasa dan Sastra, Loti Basastra, kantor bahasa NTT (2013) ini pun aktif dalam pembimbingan anak-anak dalam pengembangan sastra.
Salah satunya adalah ppenguatan anak-anak perbatasan Indonesia-Timor Leste (Lihat Lima Dolar 2013).
Mezra Pellondou
(Sastra)
Baco Gaebo
(Social Entrepreuner)
Itja Frans
(Lifetime
Achievement)
Dr. IGN Djelantik
(Science)