1001 Research Ideas for NTT [by NTT and from NTT]
1001 Research Ideas for NTT [by NTT from NTT]
(Menggagas 1001 Agenda Riset untuk NTT 2013-2050)

Dalam 50 tahun terakhir ini, Pengetahuan tentang NTT yang dapat diakses (jurnal dan buku-buku yg berkualitas) seringkali
diproduksikan diluar NTT dengan setting penelitian yang diproduksikan dari luar NTT. Riset-riset tentang NTT yang
diproduksi oleh lembaga dan ilmuan lokal cenderung tidak bisa diakses. Sedangkan untuk mendapatkan data-data tentang
NTT, para peneliti lokal harus bersusah payah untuk mencari uang untuk membayar BPS. Praktis data, pengetahuan dan
informasi tentang NTT menjadi monopoli rekan-rekan dari luar NTT. Pengetahuan tentang NTT oleh dan dari NTT
menjadi sangat terbatas.  Kami saat ini mencoba merumuskan agenda penelitian yang tidak dirumuskan dari menara
gading di universtias maupun para elit NTT. Kami juga menghindari bertanya dari jauh - dari Europe, Australia, USA,
Jepang hingga Indonesia (Jawa, Jakarta). Tentang NTT, oleh generasi muda NTT, kami bertanya dari NTT: Kepada para
Flobamoranesis (segala kalangan) dan peneliti NTT:  Kami bertanya (selama namun tidak terbatas pada Januari - Maret
2013) pertanyaan "Meta questions" atau Meta pertanyaan sebagai berikut:  

What kinds of questions to be asked?
What kinds of knowledge need to be produced in NTT?
What questions have been asked and can we have better questions to be asked?

Siapa yang menentukan apa pertanyaan penelitian tentang NTT? Mengapa? Mengapa produksi pengetahuan tentang
NTT dan apa itu NTT harus selalu datang dari luar? Mengapa tidak kita bangun 1001 agenda penelitian untuk NTT yang
berasal dari NTT oleh NTT dengan visi membagi pengetahuan bagi Indonesia dan dunia?

Aktifis dan intelektual publik bicara tentang kedaulatan pangan, kedaulatan benih dan kedaulatan pengelolaan sumber
daya. Tetapi bila kerangka kerja serta kerangka pikir hingga terminologi tidak berdaulat, maka mimpi tentang kedaulatan
pangan serta segenap kedaulatan yang diimpikan hanya angan-angan. Bila rasa ingin tahu kita harus dibentuk oleh insentif
dari luar semata, maka tidak mungkin terjadi inovasi sosial yang
home grown.

Nusa Tenggara Timur berada dipersimpangan jalan. Sementara tertatih paling belakang menurut index pengembagan
sumber daya manusia di Indonesia. Sejak lama, NTT seolah menjadi beban bagi Indonesia baik dari sisi anggaran, sumber
daya hingga ide tentang bagaimana NTT harus di selamatkan dari kemiskinan, kurang gizi, degradasi kualitas lingkungan,
rendahnya kualitas politisi NTT (lokal dan nasional), [sebutkan berbagai contoh]. Kami dari Institute for Resource
Governance and Social Change memandatkan dan mengabdikan diri untuk memikirkan grand research agenda untuk NTT
dengan pendekatan multi dimensi dari perspektif institutional economy, geography, development studies, sociology
(political and environmental sociology), cultural-anthropology, cultural ecology, health, development economics, political
science,  dsb.).  

Agenda riset dapat meliputi pendekatan trans-disciplinary riset yang bertumpu pada harapan bagaimana mempercepat
perubahan dan jalur pengetahuan serta 'ruang dialogis' antara produsen dan konsumen pengetahuan. Disain riset seperti
apa yang dapat menjawab secara lebih cepat perubahan ditingkat akar rumput?

Saat ini kami (IRGSC) sedang berkonsultasi dengan para birokrat, aktifis, komunitas akar rumput, agamawan, media,
maupun para intelektual NTT yang berada di NTT (Kupang, Maumere, Ende, Kefa, Ruteng, Manggarai, Larantuka,
Atambua, Rote, Alor dan Sabu) maupun para diaspora NTT di Jakarta maupun yang berada di luar negeri seperti Australia,
Inggris, Belanda, Germany, USA, Jepang, Singapore dsb. Masukan anda akan membantu kami memikirkan ulang soal riset
tentang bagaiamana agenda riset dan bagaimana riset bisa berkontribusi pada transformasi sosial Flobamora.
Mengapa kami melibatkan anda? Pertama, kami mau membangun tradisi riset di mana demandnya datang bukan hanya
berasal dari peneliti yang hidup di menara gading dengan 'kesucian hampa' akademikus, melainkan sebuah tuntutan
(demand) yang berasal dari subyek-subyek dan komunitas-komunitas Flobamoranesis yang dilahirkan maupun diadopsi oleh
ibu pertiwi.  

Ingat, kami bertanya dari NTT {kali ini bukan dari luar}   

Apa pertanyaan (terkait NTT) yang perlu dijawab: (bisa pertanyaan penting dan urgent; kurang urgent tapi sangat penting
bagi NTT di tahun 2050)? Apa pengetahuan yang perlu diproduksikan bagi NTT oleh NTT dari NTT? Apa
pertanyaan-pertanyaan yang sudah diangkat dan apa saja pertanyaan-pertanyaan yang lebih berkualitas yang perlu
dijawab?

Anda bisa mengirimkan kepada kami di email berikut: elcidli@irgsc.org, irgsc@irgsc.org, jonatan.lassa@irgsc.org.